Breaking News:

Berita Kriminal Surabaya

Perampas Ponsel Anak-anak Kuwalat, Jalan Licin Motornya Tergelincir

Ketika dikejar pelaku panik dan hilang kendali hingga motornya tergelincir dan jatuh di aspal.

Firman Rachmanudin
Tersangka Matsari saat diamankan di Polsek Benowo, Polrestabes Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA -

Perampas ponsel milik anak-anak yang tengah dibuat mainan di wilayah Tengger Raya, Surabaya berakhir dibalik terali jeruji Polsek Benowo, Polrestabes Surabaya.

Tersangka Matsari (41) asal Wonorejo Manukan yang beroperasi sendirian nyaris menjadi bulan-bulanan warga sekitar, setelah motor Yamaha Xeon L 3552 Y yang dikendarai jatuh terpeleset. Terlebih tubuh tersangka tertindih motor, sehingga hanya bisa mengangkat tangan sembari merintih kesakitan.

Kenekatan tersangka berawal saat melintas di wilayah Tengger Raya. Ia melihat Mega (12) main ponsel sendirian di tepi jalan. Karena kondisi saat itu sepi, tersangka menghentikan laju motornya lalu mendekati korban.

Tanpa basa-basi, Matsari menarik ponsel yang dipakai mainan korban. Seketika itu korban teriak jambret dan didengar oleh ayahnya, Miraj (48).

Melihat tersangka lari lalu memacu motornya, Miraj langsung teriak maling beberapa kali. Sontak, warga sekitar keluar untuk turut mengejar.

Rupanya, tersangka yang mengaku baru sekali merampas ponsel, ban motor depannya tergelincir akibat jalanan licin usai hujan. Seketika itu, tersangka mendapat 'ganjaran' dari warga sekitar.

Bertepatan dengan kejadian itu, Tim Opsnal Polsek Benowo melintas. Pelaku langsung dilindungi dan dibawa ke mapolsek.

"Ketika dikejar pelaku panik dan hilang kendali hingga motornya tergelincir dan jatuh di aspal,"kata Kanit Reskrim Polsek Benowo, Ipda Jumeno, Selasa (7/4/2020).

Di Mapolsek, Matsari mengaku jika terpaksa menjambret karena keadaan ekonomi. Ia mengaku tak memiliki pekerjaan tetap, butuh uang untuk membayar utang dan makan sehari-hari.

"Pengakuannya juga baru sekali dan masih dalam pendalaman," tandas Jumeno.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sebuah ponsel Vivo milik korban dan sebuah motor yamaha Xeon sebagai sarana tersangka.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved