Breaking News:

Liga Indonesia

Pengakuan Saddil Ramdani Lakukan Pengeroyokan yang Berujung Jadi Tersangka di Polres Kendari

Saddil Ramdani ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kendari lantaran diduga melakukan pemukulan kepada seorang pria di Kendari

Dok Specs
Saddil Ramdani saat menjalani sesi latihan. Dia kini tercatat sebagai pemain Bhayangkara FC yang sedang menghadapi proses hukum di Polres Kendari, Sulawesi Tenggara dengan status sebagai etrsangka atas kasus pengeroyokan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Teka-teki penyebab gelandang Bhayangkara FC, Saddil Ramdani terlibat pengeroyokan yang berujung dirinya jadi tersangka di Polres Kendari, Sulawesi Tenggara mulai terjawab.

Saddil Ramdani ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kendari lantaran diduga melakukan pemukulan kepada seorang pria di Kendari. Ia dikenai wajib lapor dan tidak ditahan.

Saddil Ramdani yang juga merupakan pemain Timnas Indonesia ini diduga mengeroyok pria atas nama Irawan, seorang warga Kelurahan/Kecamatan Wuawua, Kota Kendari belum lama ini.

Saddil Ramdani mengungkap penyebab dirinya melakukan pemukulan kepada korban ke Aosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI)

Ponaryo Astaman, selaku manajer umum APPI mengaku, pihaknya sudah mendapatkan penjelasan secara resmi dan detail dari Saddil Ramdani.

"Kami sudah bicara ke Saddil (Ramdani) dan dia menjelaskan punya alasannya sendiri. Dia melakukan hal itu (pengeroyokan) karena ada beberapa faktor. Sebelumnya lebih dulu ada penghinaan yang ditujukan ke keluarganya," jelas Ponaryo dilansir dari BolaSpt.com.

APPI sendiri, lanjut Ponaryo, tidak mau ikut campur dalam permasalahan hukum yang sedang dijalani Sadill Ramdani. Kendati ia merupakan anggota APPI

Menurut Ponaryo, APPI mempunyai kewenangan dalam menentukan apakah kasus itu masuk dalam ranahnya. Lantaran
tak semua kasus harus dibantu pihaknya, ada standar dan ketentuannya masing-masing.

Ponaryo menuturkan, apa yang dilakukan Saddil memang salah, terlepas ada faktor pemicu yang membuatnya tidak bisa mengontrol emosi.

Ponaryo berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk tidak melakukan perbuatan yang sama.

"Setiap orang bisa berbuat kesalahan. Pemain lainnya harus melihat kasus Saddil sebagai contoh dan pelajaran besar agar lebih hati-hati dalam bertindak," terang mantan pemain Timnas Indonesia ini.

Editor: Fatkhul Alami
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved