Advertorial

Musrenbang RKPD Kabupaten Mojokerto Tahun 2021, Bahas Refocusing Kegiatan dan Realokasi Anggaran

Pemkab Mojokerto telah melakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran APBD untuk penanganan Covid-19

Humas Pemkab Mojokerto
Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat acara Musrenbang RKPD Kabupaten Mojokerto Tahun 2021, di ruang Satya Bina Karya, Selasa (7/4/2020) pagi. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur, Bobby Soemiarsono mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) saat ini telah melakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran pendapatan serta belanja daerah (APBD) untuk penanganan pandemi virus Corona (Covid-19) dengan nilai estimasi Rp 2,384 triliun.

Hal ini disimak bersama dalam sambungan video conference (vidcon) acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mojokerto Tahun 2021, di ruang Satya Bina Karya, Selasa (7/4/2020) pagi.

Pembahasan penting Musrenbang ini, disaksikan juga oleh Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Pimpinan DPRD Setia Puji Lestari, Sekdakab Herry Suwito, Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, Rektor UNIM, Ketua Stikes Bina Sehat PPNI, seluruh OPD serta Pimpinan Bank Jatim Cabang Mojokerto.

“Hal ini (refocusing kegiatan dan realokasi anggaran) sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.20/2020 tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lingkungan Pemerintah Daerah,” kata Bobby dalam tayangan vidcon.

Refocusing dan realokasi anggaran tersebut, sebelumnya juga sudah diumumkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beberapa hari lalu.

Khofifah menjelaskan, jika nilai estimasi Rp 2,384 triliun tersebut, setara dengan 6,8 persen dari total APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2020 sebesar Rp 35 triliun.

Khofifah menambahkan, jika refocusing kegiatan dan realokasi anggaran ini diikuti juga oleh tingkat kabupaten/kota untuk kepentingan penanganan Covid-19, maka akan memberikan bantalan sosial yang kuat untuk masyarakat Jawa Timur.

Bobby Soemiarsono pada sambungan vidcon juga memaparkan, bahwa pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur terus mengalami perkembangan, dengan inflasi yang selalu rendah jika dilihat secara nasional.

Akan tetapi di tahun 2020 pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, mengalami penurunan karena pandemi Covid-19.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sendiri, saat ini juga telah melakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran APBD Kabupaten Mojokerto tahun anggaran 2020 untuk penanganan Covid-19. Bersama dengam Polri, TNI, tokoh masyarakat dan semua elemen lainnya, terus bersinergi dan berusaha semaksimal mungkin dalam memerangi pandemi ini.

Halaman
123
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved