Persik kediri

Keputusan Persik Kediri Pangkas 75 Persen Gaji Bulan Maret 2020 Dipersoalkan Joko Susilo

Pelatih Persik Kediri mempersoalkan pemangkasan gaji bulan Maret sebesar 75 persen, lantaran tim Macan Putih masih berativitas penuh selama Maret 2020

Surabaya.Tribunnews.com/sugiharto
Pelatih Persik kediri, Joko Susilo (kanan) mempersoalkan pembayaran gaji 25 persen dari nilai kontrak apda bulan maret 2020. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Keputusan manajemen Persik Kediri membayar gaji pemain, pelatih dan oficial tim sebesar 25 persen untuk bulan Maret 2020 dari total nilai kontrak dipertanyakan Joko Susilo.

Pelatih Persik Kediri itu mempersoalkan pemangkasan gaji bulan Maret sebesar 75 persen, lantaran tim Macan Putih masih berativitas penuh selama bulan Maret 2020. Joko Susilo menururkan, dirinya dan pemain menjalani dua laga dari total tiga pertadningan Liga 1 2020.

Dua pertandingan yang dijalani persik Kediri selama Maret 2020, yakni menjamu Bhayangkara FC (6/3/2020) dan Persiraja Banda Aceh (14/3/2020).

Tak hanya menjalani laga, lanjut Joko Susilo, Persik Kediri juga berlatih hingga menjelang akhir bulan Maret sebelum akhirnya diliburkan karena PSSI memutuskan Liga 1 dan 2 diliburkan sementara hinga 29 Mei mendatang lantaran wabah virus corona atau Covid-19.

"Kan sekarang (gaji bulan Maret 25 persen) menjadi pro-kontra, masih ada yang mempertanyakan, jadi ya itu wajar. Memang hak pemain dan pelatih untuk mempertanyakan itu," terang Joko Susilo pada Surya, Selasa (7/4/2020).

Tentang pemangkasan gaji sebsar 75 persen dari nilai kontrak itu, Gethuk -panggilan Joko Susilo- menyerahkan pada masing-masing individu pemain, sebab gaji sifatnya personal.

Jika pemain ingin mempertanyakan dan keberatan dengan keputusan itu, dijelaskan Gethuk bisa melalui Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

Sementara, khusus untuk pelatih bisa mengadu ke Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI).

"Kalau saya mempertanyakan dan saya sudah menyerahkan ke APPSI," jelas Gethuk.

Sebelum akhirnya menyerahkan pada APPSI, pelatih asal Cepu, Jawa Tengah itu menyebut sudah lebih dulu mempertanyakan pada manajemen.

"Sudah dipertanyakan pada manajemen (Persik), dan manajemen juga sudah jelaskan, mereka mengikuti arahan PSSI," ucap mantan pelatih Arema itu.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved