Breaking News:

Virus Corona di Amerika Serikat

Kamar Mayat Penuh, Taman di New York Jadi Makam Korban COVID-19, 215 Orang Per Hari Meninggal Dunia

Kamar mayat di rumah sakit yang ada di Kota New York penuh, taman akan digunakan sebagai tempat pemakaman jenazah korban virus corona ( COVID-19).

Editor: Iksan Fauzi
pixabay.com
ILUSTRASI TAMAN. Kamar Mayat Penuh, Taman di New York Jadi Makam Korban COVID-19, 215 Orang Per Hari Meninggal Dunia 

SURYA.co.id | NEW YORK - Kamar mayat di rumah sakit yang ada di Kota New York penuh sehingga taman akan digunakan sebagai tempat pemakaman jenazah korban virus corona ( COVID-19) sementara.

Ketua Dewan Kota, Mark Levine mengatakan, sebelum terjadi wabah COVID-19, kematian di Kota New York berkisar antara 20 orang sampai 25 orang per hari.

Sekarang, kematian warga di kota itu naik 10 kali lipat akibat corona, menjadi 200 orang sampai 215 orang per hari.

Bahkan, ia mengabarkan lemari es di rumah sakit sudah penuh. Pihak rumah sakit juga kewalahan mengatasi jenazah COVID-19 di kota itu.

Video Viral Gadis Bule Teror Tularkan COVID-19 ke Warga hingga Jadi Buruan Polisi, Ini Kronologinya

Levine menerangkan, proses pemakaman jenazah korban Covid-19 di taman itu akan dilakukan sesuai prosedur dan bersifat sementara.

"Tapi, saya yakin ini momen yang sangat sulit bagi warga New York untuk memahaminya," lanjut Levine dalam pernyataannya itu.

Levine menyatakan, saat ini petugas di ruang mayat berhadapan dengan "momen setara dengan tragedi 9/11" setelah virus corona menyebar.

"Parit akan digali untuk 10 peti mati secara berjejer," ujar Mark Levine dalam kicauannya di Twitter, seperti dikutip Sky News Senin (6/4/2020).

Kamar mayat rumah sakit, yang biasanya menampung 15 jasad, telah penuh.

Jadi, 80 lemari pendingin dilaporkan mulai dikerahkan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved