Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Imbas Wabah Virus Corona, BPS: Maret 2020, Jawa Timur Deflasi Sebesar 0,01 Persen

BPS Jatim menyatakan bahwa pada bulan Maret 2020, Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,01 persen.

SURYA.co.id/Fikri Firmansyah
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Hardiwan. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim) menyatakan bahwa pada bulan Maret 2020, Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,01 persen.

Kondisi terjadinya deflasi itu salah satunya disebabkan oleh penurunan tarif transportasi terutama angkutan udara.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan.

"Seperti dapat dilihat fakta di lapangan, khususnya pada Maret hingga kini. Adanya virus corona memang banyak membuat orang menahan diri untuk tidak bepergian, yang di mana hal itu terjadi karena adanya imbauan dari pemerintah agar tetap di rumah. Alhasil situasi tersebut mampu memicu penurunan harga tiket pesawat yang mencapai -10,21 %," kata Dadang, Selasa (7/4/2020).

Dadang menjelaskan, meski sejatinya memang perlu kajian lebih dalam yang di mana untuk mengetahui kepastian tren inflasi atau deflasi di Jatim ini apakah memang sangat dipengaruhi oleh virus corona. Namun, memang sejauh ini perihal terkait data angkutan udara cukup mampu menekan laju inflasi (deflasi) di Jatim pada Maret 2020 dari beberapa komoditas.

Selain penurunan tarif transportasi, ia juga mengatakan sejumlah komoditas lain yang cukup mampu menahan laju inflasi atau disebut deflasi yakni ada cabai merah, cabai rawit, bawang putih, melon, semangka, kentang, bioskop, daging ayam dan minyak goreng.

"Cabai merah harganya turun 28,39%, cabai rawit turun 20,77%, bawang putih turun 5,71%, melon turun 13,15%, semangka turun 9,47%, kentang -7,35%, sedangkan daging ayam ras dan minyak goreng masing-masing turun 6,21%," jelasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved