Virus Corona di Jatim

Stok Darah di PMI Menipis Karena Corona, Khofifah Ajak ASN Donor Darah

Khofifah Indar Parawansa mengajak para ASN di lingkungan Pemprov Jatim untuk donor darah di tengah menurunnya stok darah PMI selama pandemi covid-19

surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat mendonorkan darahnya di mobil transfusi darah yang siaga di Gedung Grahadi, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengarahkan para ASN di lingkungan Pemprov Jatim untuk donor darah di tengah menurunnya stok darah PMI selama pandemi covid-19. 

Untuk itu mulai hari ini satu unit mobil PMI disiagakan di Gedung Negara Grahadi untuk melayani para ASN dan juga pejabat Pemprov Jatim yang bersedia untuk mendonorkan darahnya.

Sejumlah pejabat seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, para kepala OPD dan juga ASN juga turut mendonorkan darah di PMI.

“Mulai hari ini setiap hari akan ada satu mobil PMI standby di Grahadi. Langkah ini merupakan hasil silaturahmi kami dengan PMI Jawa Timur pada Sabtu lalu, PMI ternyata mereka mengalami penurunan jumlah pendonor darah hingga 50 hingga 60 persen selama pandemi covid-19 ini,” ujar Khofifah usai donor darah

Gara-gara stok darah yang menurun, maka PMI tak bisa memenuhi seluruh permintaan darah dari rumah sakit-rumah sakit. Padahal fungsi darah ini sangat penting dalam layanan kesehatan. 

Dalam sehari ini, ada sebanyak 25 kantong darah yang diperoleh PMI dari para pejabat di lingkungan Pemprov Jawa Timur. 

“Untuk menghadapi bencana non alam covid-19 ini dibutuhkan gotong royong dan kepedulian dalam banyak hal, maka kami berharap masyarakat bisa tergerak dan membantu sesama dengan cara yang mereka bisa,” pungkas Gubernur Khofifah. 

Pihaknya mengaku Pemprov Jatim siap untuk membantu memberikan apa yang dibutuhkan oleh PMI

“Kami ada anggaran Rp 1 miliar hasil dari refocusing kegiatan dan realokasi anggaran yang kita akan bantu untuk PMI,” ungkap Gubernur Khofifah.

Menurunnya stok darah sempat disampaikan oleh Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo. Ia mengatakan bahwa PMI tengah giat melakukan jemput bola untuk memudahkan masyarakat yang ingin mendonorkan darah.

“Sejak pandemi kami mengalami adanya penurunan jumlah pendonor darah. Baik keseluruhan maupun  khususnya Surabaya yang Rumah Sakitnya banyak. Perbandingannya sebelum pandemi dengan setelah pandemi penurunannya sampai 50-60 persen,” kata Imam Utomo saat didatangi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (4/4/2020).

Agar stok darah PMI tidak terlalu merosot PMI mengirimkan surat ke satuan TNI yang ada di Jatim, yaitu ke Pangdam, juga Kapolda dan Pangarmada dua untuk menggilir anggotanya untuk berdonor.

“Setiap harinya anggota TNI AU, AD, AL maupun juga Polri bergiliran sebanyak seratus orang per hari melakukan donor darah demi mencukupi kebutuhan darah di PMI yang ada di Jawa Timur,” katanya. 

Dengan teknik jemput bola, para TNI maupun Polri diberi kemudahan untuk donor dara di tempat atau markas mereka masing-masing.

“Alhamdulillah kini teratasi dan tinggal 40 persen penurunannya dibandingkan kondisi normal. Dengan di-combine dengan jemput bola ke rumah rumah warga yang biasa rutin donor darah,” ucapnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved