Virus Corona di Surabaya

Pasar Kapasan Surabaya Dikarantina, Pedagang Ambil Sisa Barang Dagangan Secara Bergelombang

Pedagang Pasar Kapasan Surabaya akhirnya mengikuti anjuran PD Pasar Surya untuk menutup stan toko mereka hingga 14 hari ke depan

SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Sejumlah pedagang Pasar Kapasan, Surabaya sedang mengantri memasuki area pasar. Kedatangan mereka, dalam rangka mengemasi barang dagangan untuk mempersiapkan masa karantina, Senin (6/4/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pedagang Pasar Kapasan Surabaya akhirnya mengikuti anjuran PD Pasar Surya untuk menutup stan toko mereka hingga 14 hari ke depan. Penutupan dua minggu itu, terhitung sejak Sabtu (4/4/2020) lalu.

Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya, Muhibuddin mengatakan bahwa hari Senin (6/4/2020) ini, pedagang sudah memahami alasan Pasar Kapasan Surabaya dikarantina.

"Kemarin (Minggu, 5/4/2020), kami koordinasi dengan tokoh pedagang di sini. Akhirnya komunikasi tersebut sampai," kata Muhibuddin saat ditemui di Pasar Kapasan Surabaya, Senin (6/4/2020).

Mengenai tujuan penutupan sementara tersebut, lanjutnya, selain mencegah korban infeksi virus corona bertambah, Muhibuddin mengharapkan masyarakat luar tak ragu lagi mengunjungi pasar jika masa penutupan tersebut usai.

"Kami menyadari jika suatu tempat terdengar kabar ada yang positif Corona, masyarakat akan ragu mengunjungi tempat tersebut. Jadi dengan tindakan ini semoga ini bisa dijadikan salah satu cara mengembalikan nama baik Pasar Kapasan," imbuhnya.

Dari pantauan SURYA.CO.ID di lokasi, para pedagang hari ini memadati pintu masuk utama pasar.

Mereka berniat untuk mengambil barang-barang dagangan yang masih tersisa di dalam stan.

Dikatakan kembali oleh Muhibuddin, saat pengambilan barang-barang dagangan, pihaknya memberlakukan aturan memasuki pasar kepada para pedagang. Mulai dari kuota pedagang dan jam pengambilan barang.

"Ya untuk menghindari kerumunan massa, kami terapkan secara gelombang. Hari ini kita beri waktu dari jam 09.00 - 14.00 WIB, itu untuk pedagang dari lantai satu dulu," pungkas dia.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved