Bisnis

Importir, Perdagangan dan Manufaktur yang Terimbas Corona Membuat Penerimaan Pajak di DJP I Minus

DJP Jatim I di triwulan I tahun 2020 mencatatkan penerimaan pajak yang minus dibanding periode yang sama tahun 2019 lalu.

ist
Eka Sila Kusna Jaya, Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I. 

“Ada relaksasi bagi WP untuk memudahkan dalam pemenuhan kewajiban. Termasuk penyampaian SPT dan keberatan, yang masuk dalam program relaksasi untuk diberikan kelonggaran-kelonggaran,” jelas Eka Sila.

Ia mengakui bahwa pemberian berbagai insentif yang dikeluarkan pemerintah kepada para pelaku bisnis atau usaha disebut memberi efek distorsi terhadap penerimaan pajak. Namun hal itu dimaklumi ditengah pelemahan ekonomi akibat covid-19.

“Kami harus menghitung kembali, termasuk menghitung insentif yang keluarkan pemerintah yang akan mendistorsi penerimaan kami. Untuk percepatan pelaku usaha bangkit kembali,” jelas Eka.

Ia tetap mengajak agar wajib pajak tetap memenuhi kewajiban penyampaian pelaporan dan pemenuhan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) melalui berbagai kanal.

Sementara itu, dari total kepatuhan pelaporan SPT di wilayah Kanwil DJP Jatim I di triwulan I ini, telah mencapai 202.553 SPT atau 50,10 persen dari total WP Wajib yang mencapai 404.327 SPT dari kategori orang pribadi (352.716) dan badan (51.611) SPT.

Hal lain yang perlu diketahui oleh WP, sesuai Perppu 1 Tahun 2020, pemerintah telah menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya sebesar 25 persen menjadi 22 persen untuk tahun-tahun pajak 2020 dan 2021, dan menjadi 20 persen mulai tahun pajak 2022.

Penghitungan pajak penghasilan untuk tahun pajak 2019 menggunakan tarif yang berlaku untuk tahun pajak 2019 yaitu sebesar 25 persen. Dengan demikian penghitungan dan setoran pajak penghasilan kurang bayar yang dilaporkan pada SPT Tahunan 2019 (PPh Pasal 29) masih menggunakan tarif 25 persen.

Dalam kesempatan itu, Eka Sila juga mengumumkan tentang peniadaan layanan perpajakan secara langsung, yang diperpanjang sampai dengan tanggal 21 April 2020.

"Meskipun layanan secara langsung ditiadakan, kami tetap terus berupaya memberikan layanan yang terbaik untuk Wajib Pajak dengan membuka layanan melalui email, chat maupun saluran komunikasi daring lainnya di masing-masing Kantor Pelayanan Pajak," tandas Eka Sila.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved