Berita Tulungagung

Di Tengah Pagebluk Virus Corona, Sutrisno Kebanjiran Order Thethek Molek

Thethek molek adalah topeng atau karakter wajah yang dibuat nenek moyang orang Tulungagung lalu dipasang depan rumah untuk menghalau pagebluk.

surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Sutrisno (48) menjemur bongkok kelapa yang sudah dilukis menjadi Thethek Molek. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Halaman rumah Sutrisno (48) di Desa/Kecamatan Campurdarat RT1 RW1, Kabupaten Tulungagung dipenuhi dengan pangkal pelapah kelapa atau bongkok. Di setiap bongkok yang tengah dijemur itu terdapat aneka gambar karakter. Semua karakter menampilkan sosok yang menyeramkan.

Bongkok-bongkok itu adalah thethek molek, coretan karakter wajah yang digunakan untuk tolak pagebluk atau wabah penyakit. Di tengah pandemi virus corona ini, ayah dua anak ini kebanjiran pesanan thethek molek.

Thethek molek adalah topeng atau karakter wajah yang dibuat nenek moyang orang Tulungagung. Dulu thethek molek dilukis dengan kapur dan jelaga. Karakter menyeramkan ini kemudian dipasang di depan rumah, dengan maksud agar pagebluk tidak berani mampir.

“Saya baru mulai melukis tiga hari ini. Tapi yang sudah terjual sekitar 250 buah,” ujar Sutrisno, saat ditemui di rumahnya, Senin (6/4/2020).

Sutrisno mengaku, awalnya hanya iseng membuat thethek molek untuk dipakai sendiri. Namun ternyata banyak orang yang minat dengan karyanya. Sutrisno pun mulai membuat dan dipromosikan lewat Facebook.

Hasilnya, pesanan jalam jumlah besar pun datang. Karena di desanya kini tidak ada pohon kelapa, Sutrisno harus pesan bongkok hingga ke Pantai Prigi, di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Pesanan awal satu pikap berisi 250 bongkok, dengan harga per bongkok Rp 4000.

“Harga Rp 4000 itu campuran antara yang besar dan yang kecil. Pesanan awal habis Rp 1.000.000,” tuturnya.

Karena banyaknya pesanan, Sutrisno mempekerjakan para pemuda di sekitar rumahnya. Berbahan dasar cat minyak, setiap orang diberi keleluasaan untuk membuat karakter sesuai imajinasinya. Dengan satu catatan, karakter yang dibuat harus seseram mungkin.

Bukan hanya wajah buto atau raksasa, ada pula lukisan karakter kartun seperti Doraemon. Namun karena dipakai untuk tolak pagebluk, karakter asal Jepang ini dimodifikasi dengan gigi taring yang membuatnya lebih menakutkan.

“Sekarang kami sedang mengerjakan satu pikap bongkok pesanan yang ke-2. Jadi yang satu pikap kemarin sudah habis terjual semua,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved