Breaking News:

Virus Corona di Jatim

Satpol PP Pemprov Jatim Sisir Pusat Keramaian, Bagikan Masker dan Imbau Social Distancing ke Warga

Satpol PP Pemprov Jatim gelar patroli yang menyisir wilayah Kecamatan Mulyorejo dan Kecamatan Kenjeran

Satpol PP Pemprov Jatim
Petugas Satpol PP Pemprov Jatim membagikan masker kepada karyawan restoran makanan cepat saji di Mulyosari Surabaya, Sabtu malam (4/4/2020) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Satpol PP Pemprov Jatim gelar patroli yang menyisir wilayah Kecamatan Mulyorejo dan Kecamatan Kenjeran, Sabtu malam (4/4/2020). Patroli itu melibatkan personel gabungan dari Satpol PP Kecamatan Mulyorejo, Satpol PP dan Linmas Kota Surabaya, Polri serta TNI setempat.

Sasaran razia ini dibagi dua tim. Tim pertama dimulai dari kawasan pertokoan di Jalan Raya Mulyosari, Area Pedagang Kaki Lima Jalan Kejawan Putih Tambak, San Antonio Shopping Street Pakuwon City, dan berakhir di Sentra Kuliner Jalan Raya Menur.

Sedangkan tim kedua memulai kegiatan tersebut di sekitar Jembatan Suramadu, Wilayah Kecamatan Kenjeran, dan pusat keramaian di Jalan Pogot, serta Jalan Platuk Donomulyo

Kabid Trantib Satpol PP Pemprov Jatim, Slamet Setijoadji, mengatakan kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebanyak dua kali.

Sebelumnya, pihaknya melakukan aksi serupa di Wilayah Tandes.

"Kami menertibkan kerumunan masa yang selama ini di daerah pinggiran tidak pernah tersentuh oleh penertiban. Kami masuk di dalam area itu," ungkapnya seusai melakukan penertiban.

Setiap kali melakukan patroli, lanjut Slamet, pihaknya membagikan masker sebanyak 250 masker.

Selain itu, mereka juga mengedarkan leaflet tentang imbauan bagi masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan menerapkan social distancing.

Slamet berharap masyarakat menjadi sadar diri dan lebih waspada supaya terhindar dari virus Covid-19.

Mengingat, Surabaya saat ini telah memasuki zona merah dengan jumlah pasien Covid 19 terbanyak di Jawa Timur.

Apabila ada warga imigran yang membawa virus tersebut, berkumpul jadi satu dalam pusat keramaian, otomatis semua orang di dalamnya juga ikut terkena virus itu.

"Virus Corona ini penyebarannya begitu cepat. Apalagi,bentuknya tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Bagi masyarakat yang tidak mempunyai kepentingan, lebih baik di rumah saja. Kami sangat khawatir," ujarnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved