Berita Tuban

Pria Tuban Ini Kambuh Lagi Berbuat Kriminal Meski Sudah 3 Kali Dibui, Ini Endingnya saat Aksi ke 4

Keluar masuk penjara rupanya tak membuat warga Tuban, Sujud (51), kapok. Ia kembali berbuat kriminal

m sudarsono/surya
Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Yoan Septi Hendri saat memimpikan ungkap kasus curat yang dilakukan Sujud, Minggu (5/4/2020). 

SURYA.co.id | TUBAN - Keluar masuk penjara rupanya tak membuat Sujud (51) kapok. Pria asal Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban, itu berulah lagi hingga harus kembali berurusan dengan polisi.

Sujud mencuri uang tunai dan sejumlah barang berharga milik M Lutfi Ansori (28), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Tuban, Desember 2019. Di antaranya, uang tunai Rp 4 juta, 1 tablet bermerk, 1 gram gelang emas bayi, 2 unit Laptop, 2 buah tas berisi sejumlah ATM dan dokumen penting lainnya.

Aksinya terkuak dari barang yang dijualnya kepada dua penadah Soliqin (50) dan Choirul Ibad (21) yang lebih dulu ditangkap di Tuban dan di Surabaya.

"Sujud kami tangkap Kamis 26 Maret di Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring, Lamongan, malam. Kami kembangkan informasi dari dua penadah yang lebih dulu ditangkap, bapak dan anak," kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Yoan Septi Hendri dikonfirmasi, Minggu (5/4/2020).

Yoan menjelaskan, saat akan ditangkap Sujud tidak koperatif hingga petugas terpaksa melumpuhkan dengan menembak kedua kakinya.

Dari penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor nopol S 5968 GZ, 1 keranjang tempat sayur, 1 bilah sabit serta 1 linggis kecil.

Sedangkan untuk barang hasil pencurian sampai saat ini masih dalam pencarian, karena dari pengakuan Sujud barang telah dijual ke orang tak dikenal, uangnya telah dihabiskan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Uang habis, barang hasil curian dijual ke orang tak dikenal dengan harga murah, sedangkan tas dan dokumen lain dibuang di sungai. Untuk korban mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta," terang Yoan.

Perwira pertama itu menambahkan, dari pengakuan tersangka diperoleh keterangan jika sebelumnya pernah dihukum atau terlibat pidana lain sebanyak tiga kali.

Pertama divonis tiga bulan penjara di Pengadilan Negeri Lamongan, atas kasus sebagai penadah beras.

Lalu pencurian mesin diesel di daerah Tuban, divonis satu tahun penjara di Pengadilan Negeri Tuban. Kemudian, pencurian rumah kosong di Grabagan divonis satu tahun penjara di Pengadilan Negeri Tuban.

"Sebelumnya sudah tiga kali masuk penjara, ini diulangi lagi yang keempat. Kami jerat Pasal 363 Ayat 1 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (curat) ancaman hukuman 9 tahun," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved