Sosok
Potret Rachma Widya Agustin, Merasa Damai saat Mendaki Gunung
Rachma Widya Agustin merasa ada suatu perasaan damai saat dirinya mendaki gunung.
Penulis: Zainal Arif | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi Rachma Widya Agusti, mendaki gunung menjadi sebuah kegiatan yang seru. Gadis 23 tahun ini menganggap mendaki gunung sebagai tantangan yang perlu ditaklukkan.
"Aktivitas mendaki gunung sama seperti melakukan olahraga berat karena membutuhkan kondisi yang benar-benar prima," kata perempuan kelahiran Kediri tersebut, Minggu (5/4/2020).
Menurut Widya, sapaan akrab Rachma Widya Agustin, yang membedakan ialah kegiatan tersebut memerlukan persiapan dari alat, logistik, perizinan dan masih banyak lainnya.
Alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Surabaya tersebut merasa ada suatu perasaan damai saat dirinya mendaki.
Perasaan itu tidak dapat ia rasakan saat berada di kota.
"Contohnya bertegur sapa dengan orang lain saat mendaki, seperti tidak palsu gitu," jelas perempuan yang sudah 6 tahun hobby mendaki tersebut.
Widya juga menganggap mendaki sebagai usaha melatih diri sendiri untuk tidak berperilaku sombong saat hidup di dunia.
"Mendidik karakter lah, bisa dibilang gitu," ujarnya.
Widya mengaku telah mendaki berbagai gunung, seperti Gunung Raung, Welirang, Arjuno, Semeru, Penanggungan, Ringgit, Wilis, dan masih banyak lagi.
Akan tetapi yang paling berkesan baginya ialah saat mendaki ke Gunung Arjuno.
"Butuh waktu 2 hari untuk menempuh semua jalurnya, ditambah lagi tidak ada sumber mata air sepanjang perjalanan, sebenarnya saat itu saya hampir Hipotermia," ujar perempuan berzodiak Taurus Tersebut.
Pengalaman itu tidak membuatnya kapok, justru dalam waktu dekat Widya ingin mendaki Argopuro dan Semeru lagi.
"Itu karena saya ingin menyelesaikan ekspedisi gunung jawa timur dengan ketinggian di atas 3.000 mdpl," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/potret-rachma-widya-agustin-mendaki-gunung.jpg)