Virus Corona di Jatim

Gubernur Khofifah Sebut Jatim Sudah Terapkan PSBB, Begini Penjelasannya

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa secara faktual Jawa Timur sejatinya sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa secara faktual Jawa Timur sejatinya sudah menerapkan apa yang disebutkan Presiden Joko Widodo yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

PSBB itu seperti meliburkan sekolah, membatasi adanya kerumunan dan juga penerapan kawasan physical distancing. Hal tersebut sudah dilakukan demi menekan penyebaran virus corona yang kini sudah tinggi di Jawa Timur. 

“Item-item yang ada di dalam PP PSBB misalnya itemnya adalah meliburkan sekolah, kita sudah belajar di rumah sejak tanggal 16 Maret lalu sampai 29 Maret yang kemudian kami perpenjang lagi,” kata Gubernur Khofifah, Minggu (5/4/2020).

Selain itu untuk item meliburkan tempat kerja, di Jatim sendiri sudah ada pembatasan terkait jam kerj, misalnya di lingkungan Pemprov ada sistem sehari kerja dan sehari libur. 

Kemudian juga dalam PP PSBB dikatakan Khofifah terdapat poin terkait larangan masyarakat berkerumun dan berada dalam titik keramaian, menurut Khofifah hal tersebut sudah diterapkan. 

Bahkan saat ini ada 307 permukiman yang dijaga TNI dan juga Polri karena untuk kepentingan physical distancing serta ada sebanyak 111 jalan protokol juga sudah diterapkan physical distancing dengan ditutup pada jam jam tertentu. 

Namun, jika ada kawasan yang akan menerapkan pembatasan kawasan maka harus dilakukan pengajuan usulan ke pemkab pemkot kemudian diajukan ke Pemprov untuk disampaikan ke Kementerian Kesehatan.

“Kami di provinsi terus melakukan komunikasi dengan bupati walikota, Kalau misalnya daerah A B C yang ingin diterapkan pembatasan maka kita akan koordinasikan baru diusulkan,” tegas Khofifah. 

Dalam mengajukan usulan pun ditegaskan Khofifah setiap daerah harus memiliki pertimbangan, dan akan dikoordinasikan bersama Pemprov. 

“Sehingga pemprov akan ajukan atas usulan kabupaten kota dengan pertimbangan tertentu,” pungkas Khofifah.

Selain itu di Jatim juga sudah ada pembatasan kegiatan keagamaan.

Kegiatan salat jumat, ibadah di gereja dan juga upacara keagamaan juga banyak dianjurkan untuk dilakukan di rumah.

Kalaupun untuk agama Hindu saat melakukan upacara Nyepi juga dibatasi dalam jumlah kecil.

"Saat ini, sesuai dari pusat, kepolisian di Jatim juga terus melakukan sosialisasi dan juga imbauan secara persuasif membubarkan kegiatan masyarakat yang ada dalam kerumunan," pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved