Breaking News:

Virus Corona di Jatim

Daftar 21 Klaster Penularan Corona di Jatim yang Wajib Dihindari dan Warga Tetap Tinggal di Rumah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terus berusaha memutus dan memetakan kluster penularan virus corona atau COVID-19 di wilaayahnya

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Fatimatuz Zahro
Kohar Hari Santoso, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) saat memberi keterangan ke media soal klaster penularan COVID-19, Minggu (5/4/2020). Dia menyebut ada 21 klaseter penularan corona di Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terus berusaha memutus dan memetakan kluster penularan virus corona atau COVID-19 di wilaayahnya. Harapannya virus yang menyerang saluran pernapasan ini bisa dikendalikan.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jawa Timur (Jatim), Kohar Hari Santoso mengatakan, saat ini telah dipetakan kluster penularan corona di Jatim.

Kohar Hari Santoso menjelaskan, total dari data yang ia kantongi, ada sebanyak 21 klaster penularan corona atau COVID-19 di Jawa Timur. Terbaru dua titik klaster di Surabaya, yakni Pasar Pusat Grosir Surabaya (PGS) dan Pasar Kapasan Surabaya.

“Kami sudah mengembangakan tracing di beberapa klaster di Surabaya. Karena di Surabaya ini ada beberapa episentrum. Termasuk di pasar. Jadi kalau ditanya apakah masuk klaster ya, termasuk,” kata Kohar, Minggu (5/4/2020).

Dari dua pasar tersebut diketahui ada total lima pasien positif Covid-19, empat diantaranya berasal dari PGS dan satu sisanya dari Pasar Kapasan.

Karena sudah masuk dalam klaster penularan baru dan sudah ada yang dinyatakan positif covid-19, Kohar meminta pada masyarakat untuk membantu menyampaikan secara terbuka siapa saja yang mungkin memiliki kontak dengan orang tersebut sehingga bisa dilakukan tracing.

Dan ia juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan melakukan isolasi kawasan di klaster tersebut agar tidak menambah penyebaran.

Selain pasar, yang juga masuk dalam klaster penularan corona di Jatim adalah klaster pelatihan calon petugas haji di Sukolilo. Di klaster tersebut sudah ada sebanyak 18 yang dinyatakan positif covid-19.

“Perkembangan untuk yang klaster haji dimana sudah ada satu yang dinyatakan sembuh itu dari Kota Blitar. Tapi juga ada satu pasien masih PDP belum keluar hasil tesnya dan meninggal. Jadi total ada 18 konfirm positif, 1 sembuh di Kota Blitar dan 1 meninggal di Kab Kediri,” kata Kohar.

Dikatakan Kohar bahwa berdasarkan tracing klaster yang ada, terbukti ada second transmission. Misalnya untuk klaster Pelatihan Haji ini sudah ada satu orang dari Lamongan yang dinyatakan positif covid-19 karena tertular dari salah satu peserta pelatihan haji. Dia statusnya adalah teman dari peserta pelatihan haji.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved