Grahadi

Pemprov Jatim

Selama Wabah Covid-19, Stok Darah di PMI Jatim Menurun Drastis, Khofifah Beri Bantuan Rp 1 Miliar

PMI Jawa Timur menyebutkan, selama pandemi virus Corona terjadi penurunan drastis untuk jumlah pendonor darah.

SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkoordinasi dengan Ketua PMI Jatim, Imam Utomo di Kantor PMI Jatim, Sabtu (4/4/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PMI Jawa Timur menyebutkan, selama pandemi virus Corona (Covid-19) terjadi penurunan drastis untuk jumlah pendonor darah. Bahkan, penurunannya mencapai 60 persen.

Hal tersebut menjadi kendala suplai darah ke rumah sakit yang memberikan penanganan untuk pasien Covid-19 maupun pasien umum.

“Sejak pandemi kami mengalami adanya penurunan jumlah pendonor darah. Baik keseluruhan, maupun khususnya Surabaya yang rumah sakitnya banyak. Perbandingannya sebelum pandemi dengan setelah pandemi penurunannya sampai 50-60 persen,” kata Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo, saat didatangi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (4/4/2020).

Stok darah yang dimiliki PMI Jatim saat ini, tercatat 2.860 kantong darah golongan A, 3.756 untuk golongan B, 4.001 kantong darah golongan AB dan 1.343 kantong darah golongan O.

“Agar stok darah kami tidak terlalu merosot kami melakukan kirim surat ke satuan TNI yang ada di Jatim, yaitu ke Pangdam, juga Kapolda dan Pangarmada dua untuk menggilir anggotanya untuk berdonor,” lanjut pria yang juga mantan Gubernur Jatim ini.

Setiap harinya, anggota TNI AU, AD, AL juga Polri bergiliran sebanyak seratus orang melakukan donor darah demi mencukupi kebutuhan darah di PMI yang ada di Jawa Timur.

Dengan teknik jemput bola, para TNI maupun Polri diberi kemudahan untuk donor darah di tempat atau markas mereka masing-masing.

“Alhamdulillah kini teratasi dan tinggal 40 persen penurunannya, dibandingkan kondisi normal. Di-combine dengan jemput bola ke rumah rumah warga yang biasa rutin donor darah,” ucapnya.

Sementara itu, dari data PMI Surabaya disebutkan bahwa karena adanya penurunan stok darah, PMI tidak bisa menyuplai penuh kebutuhan darah yang diminta oleh rumah sakit.

Salah satu yang terparah tercatat pada tanggal 18 Maret 2020, di mana permintaan rumah sakit mencapai 400 kantong. Namun yang bisa terpenuhi hanya 100 kantong saja.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved