Berita Surabaya

Potret Ni Putu Triska Paramitha : Cintai Tari Bali Sejak Kecil

Sejak kecil, alumnus Universitas Airlangga ini telah akrab dengan kesenian khas tempat asalnya, Pulau Dewata.

Foto Istimewa Ni Putu Triska Paramitha
Potret Ni Putu Triska Paramitha yang mencintai tari Bali 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kecintaan Ni Putu Triska Paramitha terhadap tari Bali tidak diragukan lagi.

Sejak kecil, alumnus Universitas Airlangga ini telah akrab dengan kesenian khas tempat asalnya, Pulau Dewata.

"Awalnya cuman karena kewajiban ekskul di SD, keluarga juga tidak ada darah seni. Tapi lama kelamaan karena sering ditunjuk buat nari di desa, lomba sekolah, atau menyambut tamu, keinginan menjadi lebih itu muncul," kata sosok kelahiran 7 Januari 1997 ini.

Menurutnya, tari Bali sangat unik, gerakan enerjik dan gemulai sama-sama didapat.

"Yang susah waktu nentuin ritmenya biar pas. Bali dikenal dengan istilah metaksu yang berarti memang seni itu udah mendarah daging. Jadi meskipun melakukan tanpa persiapan, dilihat orang tetap bagus," katanya.

Semua orang Bali, Triska melanjutkan, bisa menari Bali. Tapi tidak semua orang Bali terlihat bagus saat menarikannya.

"Selain itu, keunikannya tari Bali cukup dengan permainan bola mata. Jadi kalo mata sipit seperti saya, harus pakai make up ekstra buat bikin mata kelihatan besar atau belo," tandasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved