Berita Gresik

Warga Wringinanom Gresik Resah akibat Air Sungai Berubah Warna dan Ikan-ikan Mati

Saluran air berubah warnanya diduga akibat limbah cair yang dibuang sembarangan oleh industri di Wringinanom, Jumat (3/4/2020).

foto: ecoton
AIR - Saluran air yang berubah warnanya diduga akibat limbah cair yang dibuang sembarangan oleh industri di Wringinanom, Jumat (3/4/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Warga Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Gresik kini resah akibat air sungai berubah warna, Jumat (3/4/2020).

Perubahan warna air yang diduga dari limbah perusahaan itu dikhawatirkan merusak lingkungan dan mematikan biota sungai Brantas serta kerusakan sumber mata air.

Direktur Eksekutif Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) Progi Arisandi mengatakan, warga meresahkan perusahaan asing diduga membuang limbah cair ke saluran air, sehingga mengakibatkan warna air menjadi keruh seperti warna kuning.

Tidak hanya perubahan warna pada saluran air tersebut, tapi  mengakibatkan mau tidak sedap berupa bau asam.

"Masyarakat Wringinanom setiap malam melihat pabrik PT Long Xing Logam Indonesia (LXLI), ini diduga membuang limbah karat yang menimbulkan bau asam," jelas Prigi.

"Dikawatirkan akan mematikan ikan, belut di saluran air desa Wringinanom. Saluran ini akan masuk ke kali surabaya yang menjadi bahan baku PDAM Gresik," sambung aktivis lingkungan juga warga Wringinanom itu.

Sementara Andreas Agus Kristanto (45), peneliti senior Ecoton yang mengambil sampel air limbah, mengatakan ketika limbah cair kuning pekat mengalir di saluran air, mengakibatkan biota air mati. Seperti ikan, sepat, belut dan kuthuk banyak yang menggelepar keracunan.

"Warga yang rumahnya persis dekat saluran air limbah PT LXLI. Cairan yang dibuang merupakan cairan berwarna kuning dan bersifat asam," kata Andreas.

Anggota Satreskrim Polres Gresik disebut telah mendatangi lokasi.

Namun, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Panji P Wijaya hingga berita ini diunggah belum jawab dikonfirmasi melalui pesan whatsapp terkait limbah cair di Wringinanom.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved