Berita Madiun

Warga di Madiun Mulai Mengeluhkan Kebijakan Pembatasan Akses Jalan

Seorang warga Kelurahan Munggut, Jono mengaku khawatir kendaraan bertonase berat yang lalu-lalang di Jalan Munggut dapat mengakibatkan kecelakaan.

surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Sebuah truk bertonase berat melawati Jalan Munggut akibat ditutupnya jalan Thamrin, hanya diberlakukan satu arah. 

SURYA.co.id|MADIUN - Pembatasan jalan masuk ke wilayah Kota Madiun menyebabkan kendaraan besar harus memutar lewat Jalan Raya Munggut, Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, karena Jalan Thamrin hanya dilewati searah, dari Selatan ke Ponorogo.

Pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan besar dari arah Surabaya menuju Ponorogo terpaksa melwati Jalan Munggut, Kabupaten Madiun. Padahal, di sepanjang Jalan Munggut terdapat dua jembatan kecil yang tidak dapat dilewati kendaraan bertonase lebih dari 20 ton.

Seorang warga Kelurahan Munggut, Jono mengaku khawatir kendaraan bertonase berat yang lalu-lalang di Jalan Munggut dapat mengakibatkan kecelakaan. Sebab, jalan Mungut hanya sekitar enam meter, dan tidak diperuntukan untuk kendaraan bertonase berat.

Selain itu, pada Rabu (1/4) dan Kamis (2/4), ada kendaraan berat yang melintas menyebabkan kabel yang melintang di Jalan Munggut putus akibat tersangkut.

"Sekarang jadi ramai, gara-gara jalan di kota ditutup, kami khawatir kalau ada kecelakaan. Selain itu kemarin, ada kabel putus tersangkut," katanya, saat ditemui di lokasi, Jumat (3/4/2020).

Menindaklanjuti keluhan warga, Bupati Madiun, Ahmad Dawami langsung berkoordinasi dengan Wali Kota Madiun, Maidi. Dua kepala daerah tersebut bertemu di Careffour, Jumat (3/4/2020).

"Sore hari ini saya rundingan dengan pak walikota. Kita nggak bisa langsung nutup nggak bisa. Tapi opsi-opi lain harus kita jalankan semuanya, jadi artinya menyangkut saluran distribusi logistik, dari arah utara (Ponorogo), dalam dua hari akan kita evaluasi, akhirnya nanti seperti apa kita tunggu," kata Ahmad Dawami.

Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ini menuturkan, berbeda dengan kebijakan yang diambil oleh Wali Kota Madiun, Pemkab Madiun tidak melakukan pentutupan jalan.

"Kami di kabupaten mengambil opsi, bahwa yang masuk dalam kategori ODP, kami minta untuk mengkarantina di rumah. Makanya sampai hari ini kami melakukan pencarian ODP semuanya," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun, Maidi membantah telah melakukan pentutupan jalan. Pihaknya hanya menutup sebagian jalan menuju akses keramaian, misalnya ke tempat wisata

"Yang ditutup yang menuju akses keramaian tempat wisata, tempat kerumunan. Tetapi yang untuk pusat perekonomian, seperti pasar besar, mal, rumah sakit, 24 jam tidak tutup," jelasnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Madiun hanya membatasi sebagian akses jalan masuk ke Kota Madiun dengan cara menutup satu ruas jalan. Dia mengatakan, tidak ada jalan yang ditutup secara total.

"Hari ini tidak ada penutupan, sifatnya ditutup satu arus, semuanya tidak ada yang ditutup total. Dibuat satu arus, jalannya dibuat muter. Tetapi semua akses, ke tempat pusat ekonomi, ke rumah sakit tidak ada masalah," imbuhnya. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved