Virus Corona di Banyuwangi

Respon Pekerja Informal Terdampak Wabah Covid-19 di Banyuwangi Soal Program Pembagian Kupon Makan

Pemkab Banyuwangi membagi kupon gratis makan untuk pekerja informal, seperti ojek, pengemudi becak, PKL ultramikro, pengemudi angkutan kota

SURYA.co.id/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat berbincang bersama para pengemudi ojek online yang menerima kupon makan gratis. 

Rasa syukur juga disampaikan Bambang Hermawan, pemilik Warung Ijo, warung yang juga dilibatkan Pemkab Banyuwangi dalam program ini.

"Omset memang turun hingga 60 persen. Tapi kami tetap harus bersyukur, alhamdulillah sekarang kami dapat pesanan program kupon makan ini," kata Bambang.

Sementara itu, seorang penerima manfaat adalah pengemudi ojek, Suwarsidi. Bagi dia, program ini bisa mengurangi pengeluaran harian.

"Order ojek sangat sepi sudah sebulan ini. Orang takut keluar rumah. Kerja seharian, tidak dapat Rp 100.000. Padahal, dulu selalu lebih. Jadi program ini mengurangi pengeluaran harian. Sebenarnya, bagi penumpang yang akan naik ojek, jangan khawatir. Karena kami menerapkan standar pencegahan virus corona,” ujar Suwarsidi.

Rahmat, seorang supir angkutan kota (angkot), juga senang dengan program kupon makan. Supir angkot terdampak kebijakan pengalihan pembelajaran dari sekolah ke rumah.

"Selama ini kami terbantu program Pemkab Banyuwangi, yaitu angkutan gratis untuk pelajar. Sekarang program itu tidak jalan, karena sekolah libur. Apalagi, orang juga mengurangi keluar rumah. Itu sangat berpengaruh, setengah hari jalan baru dapat Rp 15.000. Ada program kupon makan ini mengurangi pengeluaran. Saya bisa berhemat, uang makan bisa diberikan ke orang rumah," kata Rahmat.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved