Breaking News:

Berita Pasuruan

Protes Tak Diberi TPS, Kantor Kecamatan Tutur Berubah Jadi Buangan Sampah

Ini sudah kondusif dan kami akan menyelesaikan apapun permasalahannya dan kami carikan solusi.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa
Setelah siprotes warga, Kantor Kecamatan Tuyur penuh dengan sampah. 

SURYA.CO.ID I PASURUAN -

Kantor Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasurua yang kelihatan asri mendadak berubah menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, Jumat (3/4/2020). 

Kantor milik pemerintah itu penuh dengan tumpukan kantong plastik berisi sampah - sampah. Mulai sampah rumah tangga hingga dedaunan. Tak pelak, suasana halaman dan bagian depan kantor terlihat kumuh. Aroma 'sedap' pun langsung menyeruak.

Informasi yang diperoleh, sampah - sampah itu sengaja dibuang di depan Kantor Kecamatan oleh warga Wonosari. Mereka membuang sampah sebagai bentuk protes ke pemerintah karena tidak adanya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di desa setempat.

Salah seorang warga mengaku kesal karena pihak desa tidak menyediakan TPS. Setelah itu, warga selama ini membuang sampah ke lahan kosong yang ternyata lahan itu milik Perhutani.

"Karena tidak ada TPS, terpaksa warga membuang sampahnya di lahan Perhutani. Itu terjadi sudah bertahun - tahun," kata seorang warga yang namanya menolak disebutkan.

Beberapa waktu lalu, Perhutani bersama Forpimka menutup paksa tempat pembuangan sampah di Lahan Perhutani itu.

"Pemerintah juga menutup akses jalan menuju TPS. Warga bingung mau buang sampah kemana. Sudah berkali-kali wadul ke Pemdes tidak pernah ada solusinya," imbuhnya.

Sementara itu, Suprapto, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, B3 (Bahan Berbahaya Beracun) dan Non B3, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan menilai, kurangnya sosialisasi Pemdes ke warga soal TPS.

"Warga kesal sebab tidak ada TPS untuk membuang sampah," ujar Suprapto.

Ia menyayangkan kejadian tersebut. Harusnya Kepala Desa Wonosari mencarikan solusi.

"Jangan diam saja, Kades harus proaktif," urai dia. 

Terpisah, Plt Camat Tutur, Hadi membenarkan kejadian itu. Ia belum mengetahui siapa yang melakukan pembuangan ini. Namun, pihaknya sedang berusaha menyelesaikan permasalahan ini.

"Memang ada dugaan yang sengaja membuang. Ini sudah kondusif dan kami akan menyelesaikan apapun permasalahannya dan kami carikan solusi," terangnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved