Persebaya Surabaya

Pelatih Persebaya Aji Santoso Mengenang 20 Tahun Meninggalnya Legenda Persebaya, Eri Irianto

Tepat hari ini, 3 April 2020, salah satu legenda Persebaya Surabaya, Eri Irianto meninggal dunia 20 tahun lalu.

surya.co.id/habibur rohman
Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso (depan) saat latihan peregangangan otot bersama skuad Persebaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tepat hari ini, 3 April 2020, salah satu legenda Persebaya Surabaya, Eri Irianto meninggal dunia 20 tahun lalu.

Pelatih Persebaya Aji Santoso yang hampir dua musim bermain bersama saat memperkuat Persebaya 1998-2000 mengenang mendiang Eri Irianto.

Disampaikan Aji Santoso, salah satu yang paling diingat tentang gelandang kelahiran Sidoarjo, 12 Januari 1974 lalu itu adalah tendangan 'gledeknya'.

"Eri sosok pemain pekerja keras, selalu total dalam menjalankan pekerjaannya dan memiliki tendangan mematikan buat penjaga gawang lawan," terang Aji Santoso, Jumat (3/4/2020).

Berkat penampilan gemilang itupula, kala itu Eri bisa memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games ke-18 di Chiang Mai, Thailand pada 6 Desember 1995.

Dia juga perkuat timnas Indonesia pada kualifikasi Piala Asia 1996, berhasil membawa timnas Indonesia taklukkan India 7-1, dan menahan Malaysia 0-0.

Aji menyangkan, Eri harus mengembuskan napas terakhirnya di usia emasnya, 26 tahun.

Eri meninggal setelah mengalami benturan keras dengan pemain PSIM Yogyakarta, Samson Noujine Kinga, di Liga Indonesia 1999/2000 atau Ligina VI, di laga di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, 3 April 2000.

Pada laga itu, semenit sebelum berakhir babak pertama, ia mulai sempoyongan, kepalanya sakit.

Eri berlari ke pinggir lapangan dan minta diganti. Nova Arianto kala itu masuk menggantikan posisinya.

Halaman
12
Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved