Virus Corona di Jatim

PDIP Dorong Pemprov Jatim Gunakan Silpa Untuk Anggaran Mengatasi Virus Corona

"Saya meminta Pemprov Jatim merealokasi anggaran sejumlah sektor dan memanfaatkan anggaran Silpa untuk penanganan Covid-19," kata Sri Untari

SURYA.co.id/Bobby Constantine Koloway
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari, mendampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Kusnadi, saat berada di Surabaya beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno mengatakan dibutuhkan anggaran yang besar untuk menjalankan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan status kedaruratan kesehatan masyarakat untuk menangani Covid-19.

Salah satu jalan keluarnya menurut Sri Untari adalah dengan menggunakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tahun 2020.

"Saya meminta Pemprov Jatim merealokasi anggaran sejumlah sektor dan memanfaatkan anggaran Silpa untuk penanganan Covid-19. Itu bisa menjadi solusi untuk kekurangan anggaran yang dibutuhkan," ucap Untari, Jumat (3/4/2020).

Untari menjelaskan untuk menangani Covid-19, saat ini dana yang sudah siap baru Rp 360 miliar. Rinciannya, Rp 100 miliar dari DPRD Jatim dan Rp 260 miliar dari OPD Pemprov.

Jumlah tersebut dirasa Sekretaris DPD PDIP Jatim ini masih kurang untuk penanganan Covid-19 sebesar Jawa Timur.

"Jawa Tengah saja menyediakan anggaran Rp 1 triliun lebih untuk penanganan Covid-19," jelasnya.

Anggaran-anggaran tersebut menurut Untari harus diprioritaskan untuk program penanganan penyebaran virus corona atau program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Salah satunya adalah pembelian Alat Perlindungan Diri (APD) dan pemberian sembako kepada masyarakat.

Untari juga menyarankan agar Pemprov Jatim melalui Dinas Kominfo Jatim agar membuat web yang lebih lengkap dan terpadu yang memuat kebijakan Pemprov Jatim dalam penanganan Covid-19.

Mulai dari bidang ketenagakerjaan, bantuan subsidi sembako murah hingga pembayaran pajak kendaraan bermotor online

"Lalu di bidang pendidikan dijelaskan sekolah libur sampai kapan dan petunjuk bagi guru agar bisa mengajar online atau pakai cara lain, petunjuk bagi ortu siswa serta petunjuk bagi siswa. Juga, bagaimana pelaksanaan PPDB bagi sekolah swasta dan lainnya," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved