Virus Corona di Gresik

Manfaatkan Pagebluk Corono untuk Mengeruk Uang Jutaan Per Hari

Hikmah dibalik pandemi Corona ini dimanfaatkan salah satu ibu rumah tangga asal Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas.

Willy Abraham
Siti Fitria sat mengecat jeriken bekas menjadi tempat cuci tangan di rumahnya Kecamatan Kebomas, Jumat (3/4/2020). 

SURYA.CO.ID | GRESIK –

Di tengah pagebluk Virus Corona (Covid-19), Siti Fitria dapat mengeruk keuntungan jutaan rupiah dalam sehari. Keuletannya menyulap barang bekas menjadi barang berharga, banyak dilirik masyarakat.

Hikmah dibalik pandemi Corona ini dimanfaatkan salah satu ibu rumah tangga asal Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas. Siti Fitria memutar otak dengan keadaan di tengah pagebluk Corona ini. Kesehariannya sebagai pegiat lingkungan terhambat. Dia tidak boleh lagi mengumpulkan orang banyak untuk melakukan edukasi.

Perempuan yang juga ketua Asosiasi Bank Sampah Gresik (ASBAG) ini merubah barang bekas menjadi bernilai harganya. Dia membeli sejumlah jeriken bekas. Ada yang dibeli dari perusahaan di Gresik.

Dia membuat tempat cuci tangan bersama temannya, Indah Sri. Meski hanya dua orang wanita, tapi mampu menghasilkan puluhan bahkan ratusan tempat cuci tangan di setiap harinya.

Caranya, jeriken bekas itu dibersihkan terlebih dahulu dengan air. Mulai dari air dingin hingga air panas dan dibersihkan dengan sabun cair.

Setelah itu, jeriken dikeringkan. Tak perlu waktu lama, tangannya dengan cekatan menari dengan kuas cat dan merubah warna jeriken menjadi merah. Kemudian dijemur. Setelah itu dia melukis pohon di sisi kanan dan kiri jeriken yang akan dipakai tempat cuci tangan. Kertas bertuliskan 7 cuci tangan ditempel di bagian tengah.

Usai proses gambar dan warna usai. Dia melubangi bagian bawah tempat kran dengan bor. Dipasanglah kran air dispenser seharga Rp 9.000 itu sebagai proses terakhir pembuatan tempat cuci tangan.

“Satu tempat cuci tangan paling lama 30 menit,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, pesanan paling banyak berasal dari Pemerintah Desa (Pemdes), sekolah, komplek perumahan, bahkan instansi pemerintahan. Paling banyak diminta adalah jerigen yang berwarna merah dan ungu dengan motif pohon.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved