Virus Corona di Malang

Tiga Petinggi Malang Raya Kumpul Bahas Penerapan PSBB untuk Cegah Corona

Dari hasil pertemuan tadi kesepakatan PSBB iya. Cuma unsurnya ini yang masih harus diurai bersama

Rifky Edgar
Wali Kota Malang Sutiaji usai pertemuan tiga petinggi Malang Raya. 

SURYA.CO.ID I MALANG - Tiga kepala daerah di Malang Raya menggelar pertemuan untuk membahas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam mencegah pensebaran Covid-19 yang didasarkan status kedaruratan kesehatan.

Pertemuan itu berlangsung di Pendopo Kabupaten Malang dihadiri Wali Kota Malang, Sutiaji; Bupati Malang, Sanusi dan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko serta dari unsur TNI//Polri serta Forkompimda.

Dalam penerapan PSBB ini, Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan harus ada koordinasi dan komunikasi bersama di Malang Raya. Karena hal ini mengacu pada pembatasan mobilitas orang baik di Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang.

"Dari hasil pertemuan tadi kesepakatan PSBB iya. Cuma unsurnya ini yang masih harus diurai bersama," ucapnya, Rabu (1/4/2020).

Pembatasan mobilitas akan dilakukan di perbatasan-perbatasan yang ada di Malang Raya. Di mana setiap daerah memiliki tugas masing-masing yang bekerja sama dengan kepolisian.

Sedangkan untuk mobilitas orang di Malang Raya tetap jalan, mengingat masih banyak warga Kota Malang yang bekerja di Kabupaten Malang, Kota Batu maupun sebaliknya.

"Ini harus ada kesepakatan terlebih dahulu. Karena prosesnya tidak serta merta. Ada pengajuan dari kita ke gubernur terus diteruskan ke pusat. Karena nanti skenarionya bersama, setelah itu diajukan," ucapnya.

Tak hanya itu, sejumlah kebijakan juga disampaikan oleh Sutiaji dalam pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam lebih itu.

Sutiaji menyampaikan berkaitan dengan imbauan beribadah di rumah saja agar bisa menekan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

"Kalau imbauan sudah. Sedangkan Kabupaten Malang belum. Hal ini kami lakukan karena untuk memutus mata rantai penyebaran virus," ucapnya.

Orang nomor satu di Kota Malang itu juga membahas tentang kelangkaan APD di rumah sakit rujukan dan rencana membuat tempat untuk isolasi pasien Covid-19. Namun Sutiaji masih enggan memberikan komentar banyak terkait dengan tempat isolasi bagi pasien Covid-19.

Dikarenakan perlu adanya pembahasan lebih lanjut dengan stakeholder dan instansi terkait dengan rencana tersebut.

"Belum ya, karena harus ada obrolan lebih lanjut lagi," pungkasnya.

Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved