Virus Corona di Batu

Sediakan Tempat Karantina dan RS, Tapi Doa Wali Kota Batu Semoga Tak Terisi

Kami berdoa, tempat karantina ini tidak terisi, juga RS yang disediakan tidak terisi, tapi kami menyiapkan itu semua.

Benni Indo
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat memberikan keterangan terkait lokasi karantina setelah menggelar rapat bersama tokoh agama dan Forkopimda Batu. 

SURYA.CO.ID I BATU –

Pemkot Batu telah menyiapkan karantina bagi pendatang luar Malang Raya yang datang ke Kota Batu. Lokasi yang disiapkan di Bima Sakti atau Kantor UPT Pelayanan Sosial Petirahan Anak di Jalan Trunojoyo 93, Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, mengatakan kapasitas karantina bisa menampung sekitar 200 orang. Di sana juga disediakan tempat tidur dan fasilitas penunjang lainnya.

“Kami berdoa, tempat karantina ini tidak terisi, juga RS yang disediakan tidak terisi, tapi kami menyiapkan itu semua,” kata Dewanti di Balai Kota Among Tani, Kamis (2/4/2020).

Tempat penampungan itu disiapkan bagi warga yang baru datang ke Kota Batu, terutama yang berasal dari zona merah Covid-19. Setiap orang yang ditampung akan menjalani karantina selama 14 hari. Setelah itu, bisa kembali ke rumah masing-masing jika kondisinya memungkinkan.

Di sisi lain, Dewanti juga menjelaskan kegiatan kegamaan di Kota Batu untuk sementara dilakukan di rumah. Keputusan itu diambil setelah Dewanti bertemu dengan Wali Kota Malang, Sutiaji dan Bupati Malang Sanusi sehari sebelumnya.

Kamis pagi, Dewanti bersama para tokoh agama, Danrem 083/BDJ Kolonel Inf Zainuddin dan Forkopimda Batu mengadakan rapat koordinasi. Dalam rapat itu disepakati kegiatan keagamaan yang mengumpulkan sejumlah massa dipindahkan ke rumah untuk sementara waktu.

“Saya sejak tadi malam sudah berdoa macam-macam agar saya bisa mengambil satu keputusan, dan karena Kota Batu termasuk Malang Raya berada di zona merah. Sudah jelas MUI mengatakan bahwa ketika zona merah wajib hukumnya untuk tidak diadakan pertemuan skala besar lebih dari 30 orang,” katanya.

Imbauan itu juga berlaku bagi seluruh pemeluk agama. Pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah, itu sebagai sebuah kebijakan untuk menekan potensi penyebaran Covid-19 di Kota Batu, dan Malang Raya pada umumnya.

“Saya memerintahkan untuk tidak dilakukan selama dua minggu ke depan. Kita tidak hanya membantu pemerintah, tapi menyelamatkan saudara-saudara kita khususnya tim medis dan para medis. Kita bantu mereka bisa bekerja dengan baik, tidak ada lagi petugas medis menjadi korban. Semoga ini bisa membantu,” harap Dewanti.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved