Virus Corona di Surabaya

HOAX - Kabar 5 Warga Kampung Malang Surabaya Positif Covid-19, Fakta Sebenarnya Tak Kalah Pilu

Kabar lima warga Kampung Malang, Kota Surabaya, Jawa Timur positif virus corona covid-19 yang viral di media sosial ternyata tidak benar alias hoax.

Instagram
Kabar lima warga Kampung Malang, Kota Surabaya, Jawa Timur positif virus corona covid-19 ternyata hoax. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kabar lima warga Kampung Malang, Kota Surabaya, Jawa Timur positif virus corona covid-19 yang viral di media sosial ternyata tidak benar alias hoax

Dalam kabar yang viral via jejaring WhatsApp Grup ini terlihat jalan warga memblokir jalan di Kampung Malang-Pandigiling. 

Informasi itu lantas dibantah oleh Kapolsek Tegalsari, Kompol Argya Satriya Bhawana.

Menurut Argya, ada seorang perempuan paruh baya yang dibawa ke rumah sakit setelah digigit oleh anjing yang dipeliharanya.

Setidaknya ada sekitar lima anjing dan beberapa ekor kucing peliharaan di dalam rumah perempuan tersebut.

"Memang kemarin itu ada satu orang perempuan, ibu-ibu gitu tinggal sendiri. Digigit anjing peliharaannya sendiri. Kebetulan saat itu juga ada tim PMK kota Surabaya melakukan penyemprotan desinfektan. Nah, saat mendapat laporan itu, tim PMK berkoordinasi dengan puskesmas dan instansi kesehatan terkait, untuk mengevakuasi ibu tersebut. Statusnya PDP, untuk positif atau tidaknya itu dokter yang berwenang," kata Argya, Kamis (2/4/2020).

Untuk membersihkan rumah ibu tersebut, petugas PMK bahkan harus bekerjasama dengan komunitas pecinta hewan lantaran melihat banyaknya anjing dan kucing dirumah ibu tersebut.

"Karena butuh dibersihkan, rumahnya ya bau kotoran hewan. Jadi tim PMK juga butuh relawan komunitas hewan untuk mengevakuasi dan membersihkan. Agak lama sehingga jalan memang ditutup sementara," tambahnya.

Menanggapi informasi yang beredar di Whatsapp grup, polisi berharap agar masyarakat tidak mudah percaya sebelum benar-benar terkonfirmasi faktanya.

"Ya kita imbau lah masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik ditengah wabah. Lalu jangan mudah percaya informasi yang belum tentu jelas sumbernya, belum tentu jelas faktanya. Itu bisa saja dibuat oleh orang yang tak bertanggung jawab agar kita makin panik," tandasnya.

Halaman
123
Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved