Berita Surabaya

Dua Kelompok Gangster Anak di Surabaya Kembali Ditangkap Saat Hendak Tawuran

Di tengah wabah Covid 19, sekelompok gangster anak kembali berkumpul dan hendak melakukan tawuran di kawasan Asemworo dan Perak Barat Surabaya

surabaya.tribunnews.com/firman rachmanudin
Anak-Anak anggota gangster yang diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gangster an di Surabaya belum kapok meski beberapa kali diberi tindakan tegas kepolisian.

Di tengah wabah Covid 19, sekelompok gangster anak kembali berkumpul dan hendak melakukan tawuran di kawasan Asemworo dan Perak Barat Surabaya, Kamis (2/4/2020) dini hari.

Mereka pun akhirnya hanya bisa tertunduk saat diamankan tim Raimas Sat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dalam interogasi, mereka mengaku dari dua kelompok geng berbeda,yakni All Star dan Perak Boyz.

Setidaknya, ada delapan anak yang berhasil diamankan setelah puluhan lainnya lari tunggang langgang saat polisi datang.

Awalnya, polisi mendapat informasi jika sekelompok anak itu membawa balok kayu, pipa besi terlihat berjalan di jalan Demak Surabaya.

"Dari informasi itu kami menyisir lokasi hingga sampai di Jalan Perak. Sekelompok anak-anak itu kami dekati dan berusaha kabur. Empat anak awalnya kami tangkap dan amankan ke Mapolres. Saat diinterogasi mereka dari geng All Star dan akan melakukan tawuran dengan kelompok geng Perak Boyz," kata Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Windu Priyoprayitno, Kamis (2/4/2020).

Setelah mendapat informasi itu,anggota bergerak kembali dan menyisir seputar jalan Perak Barat.

"Ada gerombolam anak-anak yang nongkrong sekitar pukul 01.45 WIB. Karena curiga kami dekati. Sebagian kabur dan sebagian kami amankan. Mereka mengaku dari geng Perak Boys yang menunggu kedatangan All Star untuk tawuran," tambah Windu.

Dari mereka, polisi menemukan beberapa barang bukti seperti petasan,balok kayu, paving dan batu serta bendera.

Dua kelompok geng itu akhirnya diberi pembinaan oleh polisi dan dipanggil orang tuanya untuk diberikan arahan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya sebelum dipulangkan.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved