Grahadi

Beranda Grahadi

Sosiolog Abdul Kodir Addakhil : Khofifah – Emil Dardak Sementara Berhasil Lawan Covid–19

Sosiolog Abdul Kodir Addakhil menilai Kinerja Khofifah – Emil Dardak dalam melawan Covid-19 dinilai berhasil sementara waktu.

Foto Istimewa
Sosiolog Abdul Kodir Addakhil 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sosiolog Abdul Kodir Addakhil menilai Kinerja Khofifah – Emil Dardak dalam melawan Covid-19 dinilai berhasil sementara waktu.

“Khofifah – Emil Dardak sementara berhasil melawan Covid-19, tapi ini bukan hasil akhir. Melihatnya bisa sederhana namun kalkulasi pada angka sederhana ini sebenarnya juga tidak sederhana karena dibalik pencapaian angka ini banyak kerja-kerja yang dilakukan mereka berdua sejak sebelum diumumkan kasus positif 01 Covid-19 Nasional oleh Presiden Jokowi 2 Maret 2020,” kata dosen di Universitas Negeri Malang ini.

“Bagaimana mengukurnya? Kita lihat dari angka kesembuhan di Jatim yang menyentuh prosentase 17,58 persn lebih tinggi dibandingkan tingkat kesembuhan Nasional yaitu 5,3 persen, bahkan selisih angka kematian dengan angka kesembuhan hampir separuhnya dimana angka kematian di Jawa Timur berkisar 8,79% ini didasarkan data per 30 maret 2020 yang dirilis pemerintah”, lanjut alumnus Sosiologi FISIP Unair ini.

Abdul Kodir menambahkan bahwa ini bukan pekerjaan sehari dua hari sebenarnya, pasca kasus 01 diumumkan Khofifah – Emil Dardak cenderung gercep alias gerak cepat, kalau dilihat dari catatan saya langkah awal yang dilakukan langsung intervensi ke rumah sakit, menyiapkan rumah sakit rujukan yang awalnya 11 hingga menjadi 75 kurang dari satu bulan, mengalokasikan dana untuk alat pelindung diri bagi tenaga medis, setelah itu menyiagakan jajarannya seperti eselon IV tetap masuk tapi shift dan work from home dan eselon II serta III tetap masuk.

“Langkah preventif Khofifah Emil tidak hanya itu saja tapi juga diruang ekonomi seperti skema cash for work kepada masyarakat terdampak Covid-19, menyiapkan intervensi untuk perlindungan sosial (social safety net) sebesar Rp 257 miliar, menyiapkan perangkat untuk relaksasi kredit serta memberdayakan UMKM dan SMK untuk terlibat membuat APD medis seperti hazardous material (hazmat)”, lanjutnya.

Selain itu masih menurut sosiolog ini, bersama Forkompimda juga aktif memerangi hoax dan menyampaikan pesan-pesan positif, melakukan pendekatan persuasif ke tokoh agama dan masyarakat agar mematuhi himbauan pemerintah baik social distancing dan physical distancing serta menjaga kebersihan diri.

“Nah dari Perspektif Sosiologis Langkah Khofifah – Emil Dardak bisa dikatakan berhasil sementara waktu melawan pandemi ini, dengan strategi pendekatan persuasif ke stakeholder ternyata efektif menggugah warga Jawa Timur untuk tetap beraktivitas di dalam rumah. Artinya pesan positif yang disampaikan Khofifah – Emil Dardak sampai kepada membangun kesadaran kolektif masyarakat di Jawa Timur. Pandemi memang masih diperkirakan akan berlangsung dua atau tiga bulan lagi jika strategi ini minimal tetap berjalan atau di up grade lagi dengan skema yang lebih baik maka akan memungkinkan Jawa Timur terlepas lebih awal dari pandemi Covid 19 ini. Jadi saya rasa kurang tepat kalau ada yang mengatakan Khofifah – Emil tidak berbuat apa-apa melawan pandemi ini”, tutupnya. (*)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved