Berita Jember

Dipicu Harga Emas dan Rokok, Inflasi Jember Bulan Maret Tertinggi se-Jatim

Harga rokok kretek filter, emas perhiasan, air kemasan, gula pasir dan jeruk menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi bulan Maret 2020 di Jember

surya/galih lintartika
Ilustrasi 

SURYA.co.id | JEMBER - Harga rokok kretek filter, emas perhiasan, air kemasan, gula pasir dan jeruk menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi bulan Maret 2020 di Kabupaten Jember.

Berdasarkan rilis bulanan Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, angka inflasi Jember di bulan Maret mencapai 0,34 persen. Angka inflasi ini tertinggi dari delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah cabai rawit, cabai merah, bawang putih, mainan anak dan jagung manis.

Kepala BPS Jember, Arif Joko Sutejo memaparkan inflasi bulan Maret di Kabupaten Jember memang tertinggi dari delapan kota IHK se-Jatim.

"Kalau kita lihat, komoditas penyumbang inflasi tertinggi adalah rokok kretek filter, emas perhiasan, air kemasa, dan gula pasir. Ini adalah komoditas yang harganya diatur oleh pemerintah, seperti rokok kretek filter itu. Sedangkan emas perhiasan itu juga pengaruh harga internasional," ujar Arif ketika memaparkan inflasi melalui rilis secara online, Rabu (1/4/2020).

Dari siaran pers BPS Jember, harga emas merangkak naik pada bulan Maret seiring dengan massifnya pemberitaan terkait
ancaman kesehatan di berbagai negara dikarenakan Virus Corona.

Ditambah lagi dengan adanya pelemahan kurs rupiah terhadap dollar AS membuat harga emas kian meroket hingga mencapai level psikologisnya.

Terkait dengan kenaikan harga gula di pasar, karena berkurangnya ketersediaan barang di pasaran disebabkan menurunnya
produksi tahun 2019. Akibatnya, harga gula pun turut naik sesuai mekanisme pasar. Di sisi lain, masa panen yang lebih lambat dari perkiraan turut mempengaruhi ketersediaan gula di pasaran.

Berdasarkan pantauan harga gula di pasaran Jember, selama bulan Maret harga gula berkisar antara Rp 17.000 - Rp 19.000 per Kg. Harga ini naik selisih beberapa ribu rupiah dibandingkan kondisi normal yakni Rp 11.000 per Kg.

Sementara harga rokok kretek filter juga naik seiring adanya penyesuaian harga akibat kenaikan tarif cukai rokok yang diberlakukan bertahap sejak Januari 2020.

Sedangkan air minum kemasan juga berkontribusi, karena harga air minum kemasan juga naik. Meskipun di Kabupaten Jember ada sembilan perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), dikarenakan permintaan air kemasan juga banyak, sehingga berdampak juga terhadap angka inflasi.

Arif menegaskan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jember sudah bekerja. Namun memang ada komoditas yang harganya ditentukan oleh pemerintah dan internasional seperti rokok dan emas perhiasan.

"Saya kira TPID sudah bekerja, karena ada beberapa komoditas yang turut menyumbang deflasi," lanjut Arif.

Terkait pengaruh Virus Corona ini, pihak BPS memprediksi akan berpengaruh pada angka inflasi di bulan April 2020. Kemungkinan angka inflasi akan naik naik karena adanya permintaan masyarakat akan barang tinggi, tetapi pasokan sulit dan pedagang sulit berjualan.

Pada rilis inflasi bulan Maret yang digelar 1 April ini, BPS Jember melakukan rilis secara online, atau tidak lagi melakukan rilis secara tatap muka. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved