Breaking News:

Cara Memilih Masker Untuk Cegah Penyebaran Virus Corona, Perhatikan Jenisnya & Jangan Asal Pilih

Cara memilih masker untuk mencegah penyebaran COVID-19 ternyata tak bisa sembarangan. Berikut jenis dan fungsinya

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
YOUTUBE BNPB Indonesia
Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Pusat Persahabatan, dr Erlina Burhan saat memaparkan jenis-jenis dan fungsi masker 

"Makanya ini dianjurkan dipakai oleh petugas kesehatan, bukan masyarakat umum."

"Efektivitasnya cukup tinggi, memfiltrasi partikel 0,1 mikron itu sampai 95 persen, makanya namanya N-95," terangnya.

Keuntungan lain dari masker jenis ini adalah tidak adanya kebocoran bila dipakai dengan benar.

"Tidak ada kebocoran kalau dipakai dengan baik. Ini sebetulnya bila terjadi kelangkaan dapat dipakai berulang tentu saja dengan tata cara khusus," kata Erlina menjelaskan.

"Seperti misalnya setelah dipakai, dijemur di bawah sinar matahari untuk 3 sampai 4 hari sehingga virusnya sudah mati, kemudian baru bisa dipakai kembali,"tandasnya.

Catherine Wong saat menunjukkan dan mengecek kualitas masker berbahan katun produksinya bersama kedelapan penjahitnya, Kamis (26/3). Berawal dari konsultasi dengan dokter pribadinya akan kekurang sejumlah kebutuhan masker, inisitatif untuk memproduksi masker untuk di berikan kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa syarat. Ia akan memberikan secara cuma-cuma masker kepada masyarakat yang membutuhkan.
Catherine Wong saat menunjukkan dan mengecek kualitas masker berbahan katun produksinya bersama kedelapan penjahitnya, Kamis (26/3). Berawal dari konsultasi dengan dokter pribadinya akan kekurang sejumlah kebutuhan masker, inisitatif untuk memproduksi masker untuk di berikan kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa syarat. Ia akan memberikan secara cuma-cuma masker kepada masyarakat yang membutuhkan. (surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq)

Hal ini hanya berlaku apabila stok masker N-95 tersebut sangat sedikit, namun bila masih ada stok, masker jenis ini tidak dianjurkan untuk dipakai berulang.

Kemudian wanita yang tergabung dalam Tim Dokter Perawatan Pasien Covid-19 RSUP Persahabatan tersebut menyebutkan mengenai masker terakhir yang dirasa paling efektif untuk menangkal partikel.

"Selanjutnya ada masker yang jarang kita lihat, face respirator, yang mempunyai perlindungan terhadap droplets, aerosol atau airborne. Tetapi ini biasanya dipakai di industri," ujar Erlina menjelaskan.

"Efektivitasnya bisa memfiltrasi partikel 0,1 mikron sampai diatas 99 persen, nyaris 100 persen. Tidak ada kebocoran, dapat dipakai berulang, tapi tentu saja perlu dibersihkan dengan desinfektan secara benar."

"Dan masker ini biasanya dipakai di industri yang terdapat gas-gas yang berbahaya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved