Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

UPDATE Sebanyak 28 Hasil Rapid Test Jatim Terdeteksi Positif, 6 dari Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan yang terdeteksi positif, 2 orang dari Mojokerto, 1 dari Bondowoso, 2 dari Kota Batu dan 1 dari Banyuwangi

SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 28 orang yang mengikuti tes cepat massal Covid-19 di Jawa Timur dinyatakan positif. Mereka terdiri dari 6 petugas kesehatan, 18 orang pasien dalam pengawasan (PDP), 3 orang dalam pemantauan (ODP) dan 1 orang tanpa gejala (OTG).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta mereka yang hasil tesnya terdeteksi positif segera ditindaklanjuti dengan pemberian rujukan untuk tes swab PCR (Polymerase Chain Reaction) pendeteksi virus corona SARS-CoV-2.

"Rapid test ini fungsinya adalah untuk screening awal. Ini penting juga untuk tracing berikutnya untuk mencegah penyebaran virus corona di Jatim," tegasnya.

Bagi orang yang sudah dinyatakan positif saat rapid test diharapkan orang tersebut diberi rujukan untuk melakukan swab PCR.

Jika yang dideteksi positif adalah statusnya PDP, Gubernur Khofifah menjamin, biaya untuk swab PCR pada PDP tersebut akan gratis dan tidak dipungut biaya.

"Untuk PDP, kalau positif hasil swab nya maka yang menanggung biayanya Pemerintah Pusat. Kalau negatif yang menangguh kami di Pemprov Jawa Timur," tegas Khofifah.

Dari data yang ada, sebanyak 6 tenaga kesehatan yang terdeteksi positif saat dilakukan rapid test adalah 2 orang dari Mojokerto, 1 dari Bondowoso, 2 dari Kota Batu dan 1 dari Banyuwangi.

Sedangkan 18 PDP yang terdeteksi positif saat rapid test ada 6 di Sidoarjo, 7 di Surabaya, 2 Bojonegoro, 1 Jombang dan 2 Mojokerto.

Selain itu, untuk 3 hasil tes pada ODP yang terindikasi positif berasal dari Jombang, Blitar dan Surabaya. 1 OTG yang juga hasilnya positif ada di Kabupaten Gresik.

OTG ini merupakan istilah baru yang digunakan untuk menggantikan ODR dan mereka tidak memiliki gelaja. Mereka inilah yang disebut terindikasi sebagai carrier virus corona.

"Update dari alat rapid test massal yang sudah kami bagi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota, Dinkes Provinsi dan RS Rujukan di Jatim, yang sudah digunakan ada sebanyak 1.316," kata Khofifah.

Semenentara itu, Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi SpBS mengatakan bahwa rapid test bukan gold standart untuk deteksi Covid-19 tapi cukup untuk screening awal.

"Dan belum pasti yang positif di rapid test itu menderita covid-19, bukan begitu. Tapi bisa jadi dia mendeteksi antibodi untuk virus corona yang lain seperti SARS atau MERS. Jadi konfirmasi presisi harus di swab PCR," tegas Joni.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved