Breaking News:

Stok Cabai Dipastikan Kementan Surplus Hingga Hari Raya Idul Fitri

Stok cabai dalam tiga bulan ke depan dipastikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengalami surplus.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Penjual cabai di Pasar Keputran. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Stok cabai dalam tiga bulan ke depan dipastikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengalami surplus.

Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto saat berada di Surabaya, Senin (30/3/2020) kemarin.

"Ketersediaan dan pasokan cabai saat ini aman dan cukup hingga pasca Idulfitri nanti," kata Prihasto.

Berdasarkan data Early Warning System (EWS), diprediksi produksi cabai dibandingkan dengan kebutuhannya secara nasional masih surplus.

Pada bulan Maret ini, produksi aneka cabai, sebanyak 203.057 ton. Sedangkan kebutuhan diprediksi 174.219 ton, sehingga ada surplus 28.838 ton.

Kemudian produksi bulan April diprediksi sebanyak, 217.588 ton dengan kebutuhan 178.594 ton sehingga surplus 38.994 ton.

Selanjutnya produksi bulan Mei 217.258 ton dengan kebutuhan 182.634 ton sehingga surplus 34.624 ton.

"Begitu juga produksi bulan Juni 196.644 ton dengan kebutuhan 174.219 ton sehingga surplus 22.425 ton," jelas Prihasto.

Pihaknya juga sudah mengecek kebenaran kondisi eksisting di lapangan melalui telepon, foto open camera dan video pada beberapa wilayah sentra utama.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak perlu panik.

"Produksi dan distribusi tidak terganggu dengan wabah Covid ini," tambahnya.

Pihaknya juga telah mengandeng beberapa startup yang bergerak dibidang penjualan online seperti Sayur Box, Tani Hub, Kedai Sayur untuk memasarkan hasil panen petani hingga ke konsumen.

"Ini untuk memudahkan petani dalam menjual produknya dan memudahkan konsumen memperoleh kebutuhan pangan walau tetap di rumah," jelasnya.

Namun demikian, saat ini pendistribusian cabai terkendala pembatasan jalan.

"Di Blitar salah satunya. Dari tempat produksi ke konsumen terkendala adanya beberapa wilayah yang ditutup karena kondisi belum kondusif. Tapi pasokan sampai Lebaran nanti aman," tandas Prihasto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved