Pilwali Surabaya 2020

Siap Hadapi Penundaan Pilkada, Gus Hans: Kami Gunakan Social Capital Sejak Awal

"Keputusan yang bijak. Dengan adanya penundaan ini, pemerintah bersama masyarakat bisa fokus ke masalah yang lebih krusial, masalah kemanusiaan"

surya.co.id/bobby kolloway
Bakal Calon Wali Kota Surabaya, HM Zahrul Azhar Asumta Asad atau yang akrab disapa Gus Hans. 

"Financial capital yang saya keluarkan belum terlalu besar. Sehingga, saya tidak pengaruh," katanya.

Sejak mendeklarasikan diri untuk maju sejak akhir tahun lalu, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) ini lebih mengandalkan relawannya. "Saya lebih menggunakan social capital yang kami bangun sejak lama, jauh sebelum pilkada," katanya.

Pun apabila pilkada ditunda lebih lama, pihaknya mengaku belum akan mengubah startegi tersebut. "Nantinya, kami belum akan merubah cara kami untuk menyapa masyarakat," tegasnya.

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama DPR dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sepakat menunda hari pemungutan suara pemilihan kepala daerah daerah (pilkada) yang semestinya dilaksanakan pada 23 September 2020. Penundaan ini dilakukan menyusul semakin meluasnya wabah Covid-19 di Indonesia.

Ada tiga opsi penundaan waktu pilkada yang disepakati dalam RDP. Opsi pertama, penundaan selama tiga bulan dari jadwal pemungutan suara awal, yaitu 9 Desember 2020.

Opsi ini diambil apabila tahapan pilkada pra-pemungutan suara bisa dimulai pada akhir Mei tahun ini. Alternatif kedua, penundaan dilakukan selama enam bulan dari jadwal awal, yaitu 17 Maret 2021. Pilihan ketiga, pemungutan suara pilkada ditunda selama 12 bulan, yakni hingga 29 September 2021. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved