Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Pemprov Jatim Gandeng 3 Perusahaan Bantu RS Unair Sediakan 124 ICU dan HCU untuk Pasien Corona

Pemprov Jatim kini tengah mengkoordinasikan bantuan penambahan ruang isolasi dalam bentuk HCU maupun ICU untuk RS Unair Surabaya.

SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Prof M Nuh DEA bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan keterangan pers, Selasa (31/3/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kini tengah mengkoordinasikan bantuan penambahan ruang isolasi dalam bentuk HCU maupun ICU untuk Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair) Surabaya.

Penambahan yang direncanakan, yaitu sebanyak 24 bed ruang ICU dan 100 bed ruang HCU yang akan dibuat dengan menggandeng tiga perusahaan besar. Seperti Astra, Salim Grup dan juga CT Corp.

“Dari evaluasi kita, yang butuh layanan di ruang isolasi khusus baik ICU maupun HCU, kita butuh tambahan bed. Jadi sedapat mungkin kita berupaya untuk bisa mencukupi kebutuhan ini termasuk kebutuhan tenaga medisnya,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai rapat dengan perusahaan yang salah satunya dikomandani oleh Prof M Nuh DEA.

Dengan adanya bantuan ini, dalam tiga munggu ke depan penambahan ruang ruang bersifat permanen tersebut diproyeksi sudah bisa difungsikan oleh rumah sakit sebagai antisipasi adanya lonjakan pasien Covid-19 yang membutuhkan penanganan khusus.

Ruang ruang ICU maupun HCU itu bisa digunakan terutama pasien PDP Covid-19 maupun yang positif Covid-19.

“Prof Nuh sudah menyampaikan ke kami ada tiga korporasi yang akan membantu CSR di RS Unair. Rencananya mereka akan support tambahan bed ini,” tegas Khofifah.

Sedangkan Pemprov Jatim akan support anggaran untuk pembiayaan tenaga medisnya.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Prof M Nuh DEA, ia mengatakan bahwa bantuan bed ruang HCU dan ICU ini akan diberikan dalam bentuk permanen sebagaimana kesepakatan para pemberi CSR.

Memanfaatkan gedung yang sudah ada di RS Unair, CSR ini akan membantu kebtuhan pengadaan peralatan dan sarananya. Termasuk bed dan ventilatornya.

“Mereka sepakat untuk membuat yang permanen saja. Jadi nanti di RSUA akan dibantu 24 bed ICU dan 100 bed perawatan High Care Unit atau HCU. Dengan total CSR mencapai Rp 45 miliar,” tegas Prof M Nuh DEA.

Yang menggembirakan, dikatakan Prof M Nuh DEA, bukan nominal bantuannya. Melainkan adalah upaya gotong rotong yang dilakukan Pemprov Jatim, korporasi dan juga Unair dan RS Unair.

Pengerjaan secara paralel akan dilakukan dengan target tiga minggu ke depan, ruang-ruang tersebut sudah bisa difungsikan. Sebab saat ini pengadaan peralatan seperti ventilator menjadi hal yang tidak mudah.

“Termasuk untuk penyediaan tenaga medisnya. Saat ini kebetulan RS Unair sedang melakukan rekruitmen yang mulanya 30 orang ternyata yang daftar ada 600 orang, maka tinggal menambah yang diterima saja. Jadi tidak perlu rekrut lagi. Nanti provinsi akan memback up honornya,” tegas Prof M Nuh.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved