Berita Jember

Kawasan Pertokoan Jompo di Jl Sultan Agung Jember Sudah Bisa Dilewati Arus Lalu Lintas Kembali

Sempat ambrol, ruas Jalan Sultan Agung di kawasan Jompo Shopping Center (JSC) dibuka untuk arus lalu lintas kembali, Selasa (31/3/2020).

surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Lalu lintas di kawasan pertokoan Jompo di Jl Sultan Agung, Jember, sudah dibuka kembali 

SURYA.co.id | JEMBER - Ruas Jalan Sultan Agung di kawasan Jompo Shopping Center (JSC) dibuka untuk arus lalu lintas kembali, Selasa (31/3/2020).

Pembukaan ruas jalan itu untuk arus lalu lintas seiring selesainya perobohan bangunan, dan pembersihan material di kawasan tersebut.

Tetapi jalur itu hanya dipakai setengah lajur. Separonya tetap ditutup, dan tidak boleh dilintasi kendaraan.

Jalan Sultan Agung di ruas kawasan Pertokoan Jompo amblas pada 2 Maret lalu. Jalan amblas sepanjang sekitar 45 meter. 10 ruko di atasnya ambruk ke Sungai Jompo. Amblasnya jalan dan bangunan berdampak pada ruas jalan sepanjang sekitar 170 meter tersebut. Ruas jalan itu akhirnya ditutup total untuk arus lalu lintas.

Petugas melakukan penanganan darurat yakni pembongkaran ruko tersisa. Ruko tersisa yang dibongkar sebanyak 21 unit adalah aset Pemkab Jember.

Selain pembongkaran ruko, penanganan darurat titik yang amblas membuat jalan dikeruk cukup lebar. Petugas juga harus membersihkan material dari seluruh pekerjaan tersebut. Pembongkaran dan pembersihan dilakukan oleh pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Meskipun jalan tersebut sudah bisa dilewati oleh kendaraan, perbaikan permanen belum dilakukan. Perbaikan jalan tersebut nantinya juga akan dilakukan oleh BBPJN VIII karena status jalan tersebut adalah jalan nasional.

"Jalan dibuka kembali mulai hari ini separo ruas yang dipakai, sehingga bisa digunakan operasional kembali,” ujar Bupati Jember Faida.

Karena jalan tersebut sudah difungsikan kembali meski separo, rekayasa arus lalu lintas yang hampir sebulan ini diterapkan, dikembalikan kembali seperti semula.

Faida menambahkan, setelah nantinya ada perbaikan permanen untuk jalan tersebut, sisi pinggir sungai yang sebelumnya dipakai untuk Ruko akan diubah menjadi taman.

“Karena memang di pinggir sungai tidak layak untuk dibuat bangunan. Untuk perbaikan permanen, pusat (BBPJN VIII Kementerian PUPR) yang akan melaksanakan,” imbuh Faida.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved