Virus Corona di Tuban

Di Tengah Pandemi Virus Corona, Proyek Fisik di Tuban Senilai Rp 200 M Dihentikan

Jika mengacu pada surat Menkeu, pengadaan barang dan jasa selain bidang kesehatan dan pendidikan agar dihentikan

SURYA.co.id/M Sudarsono
Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein menjawab penghentian proses pengadaan barang atau jasa dana alokasi khusus (DAK) fisik TA 2020, Selasa (31/3/2020). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menunda sejumlah proyek fisik di tahun anggaran 2020.

Penundaan infrastruktur tersebut menindaklanjuti surat dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani, tentang penghentian proses pengadaan barang atau jasa dana alokasi khusus (DAK) fisik TA 2020.

Surat tertanggal 27 Maret 2020 itu membuat proyek yang belum ditenderkan agar dipending.

"DAK fisik yang belum ditenderkan agar dipending dulu, sudah dihentikan sejak turunnya surat Menkeu. Ini dampak dari penyebaran virus Corona atau covid-19," kata Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, Selasa (31/3/2020).

Politisi PKB itu menjelaskan, untuk proyek yang ditunda pengerjaannya ini nilainya mencapai hampir sekitar Rp 200 miliar.

Jadi memang di tengah pandemi virus Corona ini pembangunan melalui DAK dihentikan dulu.

Jika mengacu pada surat Menkeu, pengadaan barang dan jasa selain bidang kesehatan dan pendidikan agar dihentikan, dilanjutkan setelah ada pemberitahuan lebih lanjut.

"Nilai DAK yang belum dikerjakan untuk proyek yaitu sekitar Rp 200 miliar, memang banyak yang belum ditenderkan. Jika dibutuhkan untuk penanganan corona akan kita lakukan," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved