Breaking News:

Opini

Bekerja dengan Hati di Tengah Pandemi Covid-19

Pernyataan bersama organisasi profesi kesehatan pada 27 Maret 2020 memohon kepada negara untuk menjamin Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai.

Kompas.com/Imam Rosidin
Ilustrasi - Tim medis RSUP Sanglah dalam simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona di Ruang Isolasi Nusa Indah, Rabu (12/2/2020) 

Apakah dokter akan mogok melayani pasien?

Menurut salah seorang guru saya, ada tiga macam dokter di dunia ini.

Pertama, skillfull doctors, dokter yang pandai dan terampil.

Di sini kita berbicara tentang keunggulan kognitif dan psikomotor, tidak lebih dari itu.

Untuk apa dan bagaimana dia menggunakan kepandaiannya, itu soal lain.

Kedua, good doctors, dokter yang baik. Dia pandai, rajin, terampil, patuh pada aturan dan menjunjung tinggi etika.

Kita akan merasa aman dan nyaman bekerja dengannya.

Ketiga, true doctors, dokter sejati.

Tidak hanya baik, dia pun memiliki keunggulan afektif, keluhuran yang tinggi dan amat mencintai kehidupan ini.

Dia tidak pernah meninggalkan pasiennya walau dalam keadaan apapun.

Spirit dan baktinya melampaui batas ruang dan waktu.

Dialah yang akan memberikan hal-hal terbaik bagi kehidupan manusia juga bagi bangsa dan negaranya.

Hanya pada dialah kita dapat menitipkan masa depan bangsa ini.

Beliau berpesan, “Sebagai seorang dokter kamu akan memasuki kehidupan baru yang mungkin belum sepenuhnya kamu mengerti. Banyak hal lain di luar profesimu yang lebih membutuhkan pemahamanmu. Sebagai dokter, kamu kelak akan bekerja dengan tanganmu, akalmu dan juga kepandaianmu. Namun yang lebih penting, bekerjalah dengan hatimu.”

Nilai manusia bukan terletak pada pintarnya, tetapi pada komitmennya.

Sepintar apapun apabila hanya untuk kepentingan sendiri, dia hanya akan menjadi benalu.

Sepintar apapun apabila tanpa komitmen, dia tidak bernilai apa-apa.

Saat ini kita sedang berperang melawan musuh yang tidak terlihat, sangat berbahaya, dan kita tidak tahu sampai kapan wabah ini akan berakhir.

Lebih dari 100 ribu dokter yang bekerja dengan hati dengan APD minimal dan seadanya sedang berjuang di garda terdepan garis perang mempertaruhkan nyawa untuk bangsa ini.

Dokter Indonesia tidak punya tradisi “lari tinggal gelanggang”, menelantarkan pasien.

Masyarakat tidak perlu cemas dan berpikir ke arah sana karena semua dokter Indonesia adalah true doctors.

Kami tidak akan pernah melanggar sumpah kami, senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat dan berjuang di sisi rakyat.

dr Jagaddhito Probokusumo
dr Jagaddhito Probokusumo (istimewa)

Penulis: dr Jagaddhito Probokusumo
Residen Jantung dan Pembuluh Darah FKKMK UGM-RSUP Dr. Sardjito
Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI)
Pengurus IDI Cabang Surbaya

Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved