Virus Corona di Surabaya

Ribuan Sertifikat Gratis Warga Surabaya kini Terkendala Corona

Program 25.000 sertifikat gratis untuk warga Surabaya saat ini tekendala karena wabah corona.

surya/nuraini faiq
ANTRE LAYANAN- Puluhan warga Surabaya mengantre layanan sertifikasi tanah di BPN Surabaya II, Selasa (12/9/2017). Ribuan sertifikat gratis waeg Surabaya kini terkendala virus corona. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Program 25.000 sertifikat gratis untuk warga Surabaya saat ini tekendala karena wabah corona. Proses sertifikasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tanpa biaya ini harusnya tuntas tahun ini. 

"Tentu wabah corona bedampak serius. Untuk sementara, verifikasi di lapangan ditunda. Semua memang di luar kemampuan kita," kata Kepala BPN II Surabaya Lampri, Minggu (29/3/2020).

Tidak hanya proses di lapangan, layanan pengurusan sertifikat tanah di Kantor BPN II juga kini steril dari pengunjung. Aktivitas di Kantor Pertanahan Surabaya itu sementara juga dihentikan. 

Pembatasan pertemuan antarpegawai dan pemon itu untuk menghindari potensi penyebaran virus covid-19. Social distancing diberlakukan di Kantor BPN II Surabaya. 

Tahun ini, Program PTSL memberikan kesempatan kepada seluruh warga Surabaya untuk mengurus sertifikasi tanah gratis. Tidak ada biaya dalam proses pencatatan dokumen untuk tanah hak milik ini. 

Wilayah Surabaya dibagi dua kantor BPN. BPN I dan BPN II. Keduanya dibagi dalam dua wilayah layanan sertifikasi. Karena Surabaya menargetkan 25.000 sertifikat gratis sehingga masing-masing wilayah terbagi rata 12.500 sertifikat.

 "Sedang kami upayakan untuk memaksimalkan layanan online. Mudah-mudahan wabah corona segera berakhir," keta Lampri. 

PTSL adalah Program serifikasi yang diselenggarakan pusat. Setiap daerah berhak atas Program sertifikasi gratis ini.

Sebelumnya BPN II pernah mengerjakan Ribuan sertifikat tanah gratis kepada Pemkot Surabaya. Sebanyak 5.540 bidang tanah tuntas sertifikatnya itu, di antaranya sebanyak 1.500 bidang adalah lahan milik pemkot, TNI Polri, dan sisanya milik warga. 

Aset Pemkot yang sudah disertifikasi itu diperuntukkan untuk proyek Pemerintah Kota di situ. Di antaranya, untuk proyek jalur lingkar luar timur (JLLT) dan proyek Cable car. Tahun ini mayoritas sertifikasi untuk warga. 

Salah satu wilayah yang banyak mengajukan serifikasi tanah adalah wilayah Kecaamtan Gununganyar. Wilayah yang kini ramai karena Jalan MERR ini juga tengah berproses sertifikasi. 

 "Sebenarnya sudah peosea pencocokan dengan BPN. Sudah sampai pada tahap pencocokan letter C di kelurhaan," kata Camat Gununganyar Anna Fajriatin.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved