Sosok

Potret Zoe Levana Angga, Tetap Produktif Meski 'di Rumah Aja'

Zoe Levana Angga mengajak teman temannya dan saudaranya untuk ikut membantu mengumpulkan bantuan untuk medis

ahmad zaimul haq/surya
Potret Zoe Levana Angga 

SURYA.co.id | SURABAYA – Di rumah aja sebagai bentuk antisipasi penularan wabah virus Corona tak membuat Zoe Levana Angga, penyanyi pendatang baru dari Surabaya, jadi diam tak produktif. Ia mengajak teman temannya dan saudaranya untuk ikut membantu mengumpulkan bantuan untuk medis.

“Bisa APD, masker, hand sanitizer dan apa saja yang dibutuhkan teman teman perawat dan dokter,” katanya di sela launching single perdananya, yang berjudul Clown, Senin (30/03/2020).

Hanya saja kata siswi yang akan mengakhiri belajar di sekolah IPH ini, ia kesulitan dalam mencari barang yang dibutuhkan ini.

“Masih mencari terus, barangnya sulit di pasaran, nanti kalau sudah terkumpul akan kami sumbangkan ke rumah sakit yang membutuhkan,” tukas penyuka traveling dan shopping ini.

Terkait single perdana yang baru dirilisnya, Zoe yang dari kecil sudah bakat menyanyi ini merilis singlenya melalui streaming ke 23 radio siaran.

“Karena kan tidak boleh untuk berkumpul atau berkerumum jadi via streaming ke sejumlah radio siaran selain juga melalui media sosial,” lanjutnya.

Di single ini, putri pertama pasangan, Lilyana Pang dan Jones Angga, menceritakan bagaimana ketika anak seusianya menjadi sasaran bully teman temannya.

Ceritanya ketika saya di bully habis habisan, saya jadi dendam,” katanya.

Dendam ini sampai terakumulasi yang di gambarkan dalam klip sebuah bath tub yang penuh air berwarna merah.

“Saya mimpi menjadi badut yang menakutkan, dan mencari orang orang yang membully saya,” kata Zoe yang gemar kuliner tahu tek.

Penampilan Zoe sebagai seorang badut yang menakutkan juga tergambarkan dari makeup yang dikenakan badut yang lucu tapi juga sekilas menakutkan di tambah lagi permainan cahaya.

Pesan yang disampaikan Zoe dalam single ini adalah ketika dibully oleh seseorang maka sebaiknya tidak perlu dendam apalagi sedih.

“Kalau perlu ketika kita di bully kita harus bisa menunjukkan lebih baik, dan cari tahu kenapa kok sampai di bully,” pungkasnya.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved