Breaking News:

Berita Gresik

Penyebab Ratusan Dump Truk sempat Macetkan Jalan Raya Pantura di Gresik

Kemacetan sempat terjadi di Jalan Raya Pantura Gresik akibat ratusan dump truk berjejer mengular, Senin (30/3/2020).

surya.co.id/willy abraham
Ratusan dump truk tidak bisa melakukanyang tak bisa bongkar material limestone di kawasan Java Integred Industrial Port and Estate (JIIPE) Manyar, Gresik sempat mancetkan jalan Pantura, Senin (30/3/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Kemacetan sempat terjadi di Jalan Raya Pantura Gresik akibat ratusan dump truk berjejer mengular, Senin (30/3/2020).

Penyebabnya, sopir dump truk tidak bisa membongkar urugan limestone di kawasan Java Integred Industrial Port and Estate (JIIPE) Manyar, Gresik.

Salah seorang sopir truk, Bambang tidak mengetahui apa penyebab macetnya truk sehingga mengular panjang.

Dia tiba pukul 14.00 Wib tetapi antrian sudah panjang.

"Yang datang pagi belum masuk jadi antri begini. Penyebabnya saya tidak tahu. Kita hanya menunggu saja," ujarnya.

Agar tidak makin parah, terpaksa armada dump truk miliknya masuk ke lokasi dengan menempati arah sebaliknya.

Diduga ada penghentian supplai yang dilakukan oleh PT Petrosea Tbk selaku main kontraktor yang ditunjuk oleh PT Freeport Indonesia.

Sebelumnya, sesuai kesepakatan proyek pekerjaan penyediaan material urugan limestone di JIIPE dimulai sejak Juli 2019 hingga Maret 2020.

PT Semeru Harapan Mulya (SHM), dan PT Bhumi Sakti Barutama (BSB) ditunjuk sebagai subkontraktor oleh PT Petrosea Tbk untuk melakukan supply sesuai target.

Namun, sebelum target terpenuhi main kontraktor yang ditunjuk oleh PT Freeport Indonesia menghentikan supplai tersebut.

Dirut PT SHM Audy Sidiq mengatakan adanya penghentian supply limestone urugan untuk proyek PT Freeport Indonesia di JIIPE ini baru diterima melalui email. Bahwasannya pengurukan sudah hampir tercapai.

"Padahal dari perhitungan para subkontraktor, kekurangan volume pengurugan yang disampaikan PT Petrosea jauh lebih besar. Sehingga, ada kekurangan suplai dari kesepakatan kontrak yang telah disepakati bersama," kata dia.

Ia menjelaskan, adanya penghentian supply ini tidak sesuai kesepakatan bersama merugikan PT SHM dan BSB sebagai subkontraktor.

Setelah ada kesepakatan pihaknya telah mempersiapkan segalanya sesuai jumlah suplai material untuk pekerjaan tersebut sesuai dengan volume yang disepakati di awal.

"Jelas merugikan ini pemberhentian sepihak namanya. Padahal kami sebagai subkontraktor. Sebab, bisa dianggap tidak mampu untuk memenuhi suplai material sesuai kesepakatan bersama," tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelolah JIIPE, Mifti Harris sudah mengetahui adanya peristiwa ini. Pihaknya enggan berbicara lebih jauh.

Terpenting ratusan dump truk yang masih diparkir itu tidak menghalangi jalan operasional yang lain serta mobilitas proyek yang lain maupun arus kendaraan.

"Persoalan itu sudah dibahas secara internal dengan masing-masing pihak. Infonya sedang didiskusikan. Kalau sudah jelas tentu akan jalan lagi," pungkasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved