Virus Corona di Gresik

Meski Cuma 1 Jam, Pelajar di Gresik Kembali Masuk ke Sekolah. Ternyata ini Sebabnya

"Tadi memang masuk. Cuma masuk ke kelas, cuci tangan, upacara, lalu pulang. Saya juga memberi kertas edaran kepada siswa untuk menulis nomor telepon,"

ist
Siswa MI NU Gedong Kedo'an masuk sekolah, Senin (30/3/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Sekolah di seluruh Indonesia diminta belajar dirumah karena adanya pandemi virus corona atau covid-19. Tidak ada lagi aktivitas belajar mengajar di sekolah pada pertengahan bulan maret tepatnya pada tanggal 16 lalu.

Karena belum ada tanda-tanda berakhirnya pandemi virus corona. Maka libur sekolah kembli diperpanjang hingga 5 april 2020. Namun, pada hari ini masih ada sekolah yang masuk.

Para murid dari kelas 1 sampai kelas 6 MI NU Gedong Kedo'an, Kecamatan Dukun ternyata masuk ke sekolah. Seluruh murid datang berpakaian rapi dengan seragam merah putih. Mereka membawa tas layaknya masuk sekolah biasa.

Padahal data terbaru sebaran Covid-19 di Kabupaten Gresik bertambah. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kecamatan Dukun sebanyak 13. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 1.

Salah satu wali murid, Rois mengatakan bahwa putranya belum mendapat informasi libur sekolah diperpanjang hingga bulan April. Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sudah memberikan informasi bahwa sekolah masa belajar dirumah diperpanjang.

"Saya kaget anak saya masuk sekolah. Kebetulan rumah saya dekat sini (sekolah)," kata dia.

Tidak sampai tiga jam ternyata anaknya pulang. Di sekolah hanya melakukan upacara hari senin saja. Tidak ada aktivitas belajar mengajar seperti pelajaran hari biasa.

"Jam 08.00 Wib sudah pulang lagi," tuturnya.

Kepala MI NU Gedong Kedo'an, Muzakkin menuturkan jika ada salah informasi kepada wali murid dengan siswa selama ini. Pihaknya sudah mengetahui bahwa ada penambahan hari belajar di rumah untuk siswa.

"Tadi memang masuk. Cuma masuk ke kelas, cuci tangan, upacara kemudian pulang. Saya juga memberi kertas edaran kepada siswa untuk menulis nomor telepon orang tua," terangnya.

Nah, para siswa itu tidak sampai satu jam berada di sekolah. Mereka langsung kembali ke rumah masing-masing pukul 08.00 wib.

"Misalnya, mudah-mudahan tidak. Belajar di rumah diperpanjang lagi besok, terus informasi ke wali murid lewat mana. Sementara kita sebagian besar belum nomor wali murid. Edaran untuk wali murid. Ada kewajiban Kamad (Kepala Madrasah), guru agar kirim laporan tiap hari dari kegiatan guru & anak berkaitan E-learning sedangkan kita belum punya nomor kontak wali masing-masing Sementara siswa sudah diliburkan," papar Muzakkin.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, Markus mengaku belum mengetahui adanya sekolah di lingkungannya yang masuk pada hari ini.

"Saya langsung cek untuk dipulangkan, saya baru tahu ini," pungkasnya. 

Penulis: Willy Abraham
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved