Berita Blitar

Lagi, 8 Hektare Hutan Jati di Blitar Rusak Berubah jadi Lahan Tebu

perhutani menemukan lahan hutan, yang kembali dirusak dan kian luas. Lokasinya tetap sama, yakni di hutan jati Gondanglegi, Kecamatan Sutojayan.

surya.co.id/imam taufiq
Warga sekitar hutan sedang mengecek lahan hutan yang rusak bdan erubah jadi lahan tebu. 

SURYA.co.id | BLITAR - Entah siapa pelaku atau otak dibaliknya, sampai-sampai perhutani seperti tak berdaya menghadapi para pelaku pengrusakan hutan.

Sebab, meski sudah diancam akan dipidanakan oleh perhutani namun pelaku bukannya ketakutan melainkan kian membabi-buta.

Lagi, perhutani menemukan lahan hutan, yang kembali dirusak dan kian luas. Lokasinya tetap sama, yakni di hutan jati Gondanglegi, Kecamatan Sutojayan.

Modusnya, juga tetap sama seperti yang terjadi pada 22 Januari 2020 lalu. Saat itu ditemukan ada sekitar 236 pohon jati yang rata-rata berumur 21 tahun, mati mendadak dengan cara dikeret atau dikuret.

Yakni, kulitnya di bagian bawah pohon itu dikelupas melingkar, lalu diisi obat pembunuh tanaman. Tiga minggu kemudian, pohon itu sudah mati mengering.
Namun, kali ini pelaku kian brutal, bahkan seperti mengece petugas. Sebab, tak hanya meracuni pohon jati, namun juga ditebang dan dibiarkan roboh begitu saja. "Kami sudah melaporkan ke perhutani, namun entah ka

pan, sampai kini belum ada tindakan," ujar warga yang rumahnya berjarak sekitar 5 km dari hutan yang dirusak tersebut, Minggu (29/3).

Menurut dia, warga tak tahu pasti kapan terjadian pengrusakan itu. Namun, warga tahunya pada Jumat/27/3) lalu, kalau ada ratusan pohon jati yang mendadak mati dengan mengering.

Lokasinya tetap di tempat yang dulu atau hanya bersebelahan. Sepertinya pelaku sengaja menyambungkan lahan, dengan lahan yang sudah dirusak sebelumnya. Bahkan, jarak dengan lahan yang sudah ditanami tebu dan sudah panen berkali-kali, juga bersebelahan.

"Kalau perhutani tak tegas, ya lahan hutan akan berubah jadi lahan tebu. Kalau sudah seperti itu, maka perkampungan yang ada di bawah lahan itu terancam banjir," paparnya.

Sementara, Sarman, Wakil Adm Perhutani Blitar, mengatakan, memang ada laporan pengrusakan hutan. Itu terjadi di saat petugas mengurangi kegiatan patroli karena ada kejadian wabah Corona. Rupanya, itu dimanfaatkan para pelaku buat melakukan pengrusakan hutan.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved