Sambang Kampung

Jauhkan Anak Dari Corona, Ortu di Medokan Ayu Surabaya Makin Rajin Pantau Jam Belajar Anak

Untuk memastikan anak-anak tidak rentan terkena infeksi virus, warga menerapkan pendampingan dan jam belajar pada anak.

surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Suasana jalan yang lengang di lingkungan RT 1 RW 14 Kelurahan Medokan Ayu, Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembatasan sosial dengan meniadakan belajar tatap muka di kelas membuat banyak anak tinggal di rumah.

Untuk memastikan anak-anak tidak rentan terkena infeksi virus, warga menerapkan pendampingan dan jam belajar pada anak.

Subardi, pengurus RW 14 Kelurahan Medokan Ayu, kecamatan Rungkut mengungkapkan, anaknya memulai belajar sejak pukul 08.00 dan biasa selesai pada malam hari. Untuk itu orang tua selalu mendampingi anaknya.

"Pakai gadget dan tugasnya belum tentu langsung selesai. Makanya anak-anak tidak boleh keluar rumah. Diminimkan mainnya, "lanjutnya.

Untuk menghibur anaknya, biasanya Subardi memberikan tontonan televisi yang menarik untuk anaknya yang masih SD.

"Warga juga memang aktif dan turut serta dengan aturan kampung. Jadi selama jam belajar anak biasanya di sekolah, kali ini disuruh tetap di rumah. Kalau keluar ditegur, "lanjutnya.

Sekretaris RW 14, Johan Eko Prayitno menambahkan, sebelum adanya Covid-19 warga kampungnya sudah menerapkan jam belajar. Anak-anak di usia sekolah diminta tidak keluar rumah sampai pukul 20.00.

"Dan alhamdulillah warga sini juga nurut semua, "urainya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved