Single Focus

Pelaku Usaha Konveksi Rumahan Kebanjiran Pesanan Masker

Pelaku bisnis rumahan bidang konveksi banjir pesanan masker berbahan kain, setelah masker ludes hampir di semua apotek dan toko di Surabaya.

surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Produksi masker di tengah kelangkaan masker akibat merebaknya virus Corona. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Kelangkaan masker di pasar, ternyata membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha rumahan. Kini, mereka banjir pesanan masker berbahan kain, setelah masker ludes hampir di semua apotek dan toko di Surabaya.

Salah satunya, Isti Wahyuni, pemilik Konveksi 99 Gebang Sidoarjo. Terhitung sejak Kamis (26/3) , ia mendapat pesanan 1.500 masker dari instansi.

"Sebelumnya produksi kaos sablon. Sejak ada covid-19, pemesanan kaos menurun drastis. Akhirnya coba bikin masker, ternyata langsung ada pesanan setelah pasang status di media sosial," ungkapnya, Minggu (29/3).

Bukan sembarang masker, Isti memproduksi masker premium dengan tiga lapis kain. Ditambah tulisan serta logo instansi di bagian depan.

"Kelihatan lebih modis karena ada sablon gambar dan tulisannya. Kalau berada di luar, bisa tahu dari instansi mana," terangnya.

Kain pada lapisan paling luar, ia menggunakan polyester premium yang diklaim memiliki serat kain paling rapat. "Ini supaya debu dan virus tidak masuk ke dalam. Selain itu, bagus kalau disablon. Polyester juga gampang dibersihkan. Kalau ada debu misalnya, bisa langsung dilap," ujar Isti.

Pada lapisan kedua, ia menambahkan kain lagi tanpa menyebut bahannya. Lapisan kedua ini untuk memaksimalkan lapisan pertama, menghalau kotoran dan virus terhirup hidung.

"Sedang lapisan ketiga saya pakai katun combed yang paling bagus dan tidak membuat gerah saat dipakai. Bahannya adem dan bisa menyerap keringat," paparnya.

Yang membedakan lagi, terdapat saku di dalam masker yang ia produksi. Saku atau kantong itu bisa dimasuki tisu.

"Kalau ingin yakin virus tidak terhirup, bisa ditambah tisu dalam kantong sebagai filter tambahan. Jika tisunya kotor kan bisa diganti. Opsi lain, tisu ini bisa ditaruh diluar kantong pada masker, gunanya bagi perempuan yang pakai lipstik supaya tidak menempel pada masker, jadi bisa diganti sesuka hati," urainya.

Tetap steril

Satu lagi keunggulannya, masker produksi Isti, bentuknya menyesuaikan hidung dan dagu. Ia memberi lengkungan agar tertutup sempurna.

Sebelum dikirim, masker-masker ini disemprot disinfektan terlebih dahulu. Baru dikemas dalam plastik agar tetap steril.

"Setidaknya, sehari bisa produksi 100 masker. Karena prosesnya benar-benar detil, tidak hanya diobras, maka waktu yang dibutuhkan lebih lama," katanya.

Satu masker dibanderol Rp 15.000 untuk eceran. Jika pesan jumlah banyak, bisa nego. "Beberapa komunitas dan instansi juga mulai pesan. Ini lagi proses pengerjaan," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved