Berita Lamongan

Masuk Musim Panen, Stok Kebutuhan Pangan Aman, ini Imbauan Pemkab Lamongan

Hamparan padi wilayah Kabupaten Lamongan siap dipanen, Minggu (29/3/2020). Masyarakat diminta tidak resah kebutuhan pangan.

surya.co.id/hanif manshuri
Hamparan padi wilayah Kabupaten Lamongan siap dipanen, Minggu (29/3/2020). 

SURYA.co.id lLAMONGAN - Persediaan bahan pangan, seperti beras di Lamongan Jawa Timur dijamin aman hingga Hari Raya Idul Fitri.

Di tengah merebaknya virus Corona, masyarakat Lamongan diminta tidak perlu melakukan aksi borong barang - barang kebutuhan.

"Stok bahan pangan masih aman, apalagi di beberapa wilayah Lamongan juga sudah mulai musim panen padi dan jagung" kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan, M Zamroni, Minggu, (29/3/2020).

Zamroni menambahkan, kebutuhan bahan pokok masih tetap aman hingga Idul Fitri, jaminan itu lantaran beberapa wilayah Lamongan mulai musim panen padi.

Sejumlah yang tak lama lagi masuk musim panen diantaranya, wilayah Kecamatan Modo, Bluluk, Sukodadi, Solokuro, dan Brondong.

Zamroni sesumbar, pasokan bahan pokok tak hanya sebatas aman menjelang Ramadan, dan Idul Fitri saja.

Namun stok dipastikan aman sampai awal tahun depan.

Diungkapkan, stok beras yang ada di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Lamongan sebanyak 22.209 ton." Dan itu kalau dikalkulasi cukup sampai 22 bulan ke depan," terangnya.

Sementara jaminan ketersediaan stok pokok lainya seperti, beras, gula pasir, minyak goreng juga didasarkan pada ketersediaan barang-barang yang ada di beberapa distributor yang ada di Lamongan.

"Cukuplah, masyarakat tidak perlu melakukan aksi borong," katanya.

Ketersediaan bahan pokok itu bisa dilihat di UD Al Amin, ada stok gula 7 ton, minyak 500 dos, Toko Semangat Jaya Lamongan gula pasir 35 ton dan beras 500 kilogram, minyak goreng 125 dos.

"Untuk di distributor jadi sementara ada 42 ton beras, dan minyak goreng 625 dos atau 7.500 liter dari 2 distributor Lamongan. Kita juga masih menunggu informasi dari Babat," papar Zamroni.

Adanya pandemi Covid-19, Zamroni berharap masyarakat Lamongan tidak melakukan aksi panic buying, justru mereka lebih memilih taat dengan anjuran pemerintah dengan tetap tinggal di rumah dan menjalankan physical distancing.

Diakui, para pedagang beras sendiri tidak berani memperbanyak stok karena sepi pembeli akibat pandemi Covid-19.

Yang berlaku, mereka wajar - wajar, karena memang tidak menghadapi gejolak apapun.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved