Pilwali Surabaya 2020

Bagikan Sembako di Tengah Pandemi Corona, Cak Machfud Dipuji Tokoh Masyarakat

Cak Machfud mendapat pujian dari tokoh masyarakat atas apa yang dilakukannya di tengah wabah virus Covid-19.

foto: tim kampanye cak machfud
Tim Machfud Arifin membagikan beberapa kebutuhan pokok untuk memenuhi keperluan masyarakat selama pemerintah mengimbau warga agar melakukan pembatasan sosial. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Cak Machfud mendapat pujian dari tokoh masyarakat atas apa yang dilakukannya di tengah wabah virus Covid-19 ini.

Pasalnya, Machfud dianggap sebagai figur yang peduli, karena di tengah pandemi Corona ini, iamendistribusikan sembako dan kebutuhan pokok lainya ke sejumlah masyarakat di Surabaya.

Seperti yang diungkapkan oleh tokoh masyarakat Panjang Jiwo, Bachtiar (63). Ia mengatakan, apa yang dilakukannya oleh Cak Machfud adalah suatu gerakan kepedulian yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak.

"Kegiatan Pak Machfud bagikan sembako itu sangat bagus, masyarakat sangat membutuhkan bantuan semacam itu," ujar Bachtiar.

Bachtiar menambahkan, di tengah pandemi Corona ini, pendapatan masyarakat banyak yang mengalami penurunan, oleh sebab itu bantuan dari Cak Machfud sangat berarti untuk masyarakat.

"Kita semua tau, Corona sedikitnya mempengaruhi ekonomi, termasuk pendapatan masyarakat sehari-hari," ujar Bachtiar.

Bachtiar juga mengapresiasi langkah Cak Machfud yang dianggap bisa membuat imbauan pemerintah yaitu pembatasan sosial dapat berjalan.

"Saya sangat apresiasi kegiatan Pak Machfud ini, dengan dipenuhinya kebutuhan masyarakat, mereka secara sendirinya akan mengurangi kegiatan di luar rumah," ucap Bachtiar.

Bachtiar juga memuji cara pembagian sembako yang dilakukan oleh Cak Machfud. "Apalagi cara Pak Machfud dalam membagikan sembako dengan door to door disetiap rumah warga, itu sangat luar biasa," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, hingga kini jumlah warga Indonesia yang terkonfirmasi positif terkena Virus Corona sebanyak 1285 orang, 1107 dalam perawatan, 64 sembuh dan 114 meninggal dunia.

Sedangkan di Jawa Timur, jumlah kumulatif terdapat di Surabaya 40 orang, Sidoarjo 9 orang, Magetan 9 orang, Kabupaten Malang 5 orang.

Kota Malang 3 orang, Gresik 2 orang, Situbondo 2 orang, Kabupaten Kediri 2 orang, Kota Kediri 1 orang, Batu 1 orang, Lumajang 1 orang, Jember 1 orang, Blitar 1 orang.

Dari jumlah itu, sama jumlah pasien sembuh maupun pasien meninggal di Jatim tak mengalami peningkatan, yakni sebanyak 8 orang dinyatakan sembuh. Sedangkan 4 orang di antaranya dinyatakan telah meninggal dunia.

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved