Virus Corona di Gresik
Pengusaha Tour and Travel di Gresik Rugi Rp 500 Juta, Harap Corona Segera Berlalu
Salah satu dampak pandemi virus corona (Covid-19) mengakibatkan usaha tranportasi pariwisata menjadi berhenti total
SURYA.co.id | GRESIK - Salah satu dampak pandemi virus corona (Covid-19) mengakibatkan usaha tranportasi pariwisata menjadi berhenti total. Agenda pariwisata yang sudah pesan dibatalkan.
Seperi yang dialami Michael Supriyadie, pengusaha tour and travel Giri Panca Wisata Gresik, yang mengatakan, akibat pandemi virus corona, pesanan pariwisata yang sudah pesan dibatalkan. Wisatawan yang membatalkan itu rencananya akan berlibur ke wilayah domestiknya dan mancanegara, di antaranya, Bali, Batu, Malang, Yogyakarta dan Thailand.
Akibatnya, Michael mengalami kerugian banyak hingga ratusan juta.
"Semua orderan cancel dan tidak ada kegiatan transaksi tour," kata Michael, Sabtu (28/3/2020).
Akibat dari pandemi virus corona ini, usaha tour and travel yang dikelola mengalami kerugian hampir 500 Juta.
"Mulai awal bulan Maret sampai sekarang, kerugian hampir setengah miliar, sebab transaksi travel cancel. Saya harap ini segera berlalu," sambungnya.
Diketahui, Kabupaten Gresik sudah ditetapkan zona merah terhadap pandemi virus corona (Covid-19).
Humas Pemkab Gresik telah menyampaikan bahwa sampai saat ini jumlah orang dalam risiko (ODR) ada 691 orang, orang dalam pengawasan (ODP) ada 90 orang.
Sedangkan ODP masih dipantau ada 76 orang dan ODP selesai ada 14 orang.
Sementara pasien dalam pemantauan (PDP) ada kenaikan dari 19 orang naik 22 orang.
PDP dirawat ada 22 orang yaitu PDP sembuh ada 4 orang, PDP meninggal ada 1 orang.
Sedangkan positif Covid-19 ada 1 orang yaitu warga Driyorejo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pengusaha-travel-gresik-rugi.jpg)