Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

4 Peserta Pelatihan Haji di Surabaya Dinyatakan Positif Corona, Pemprov Jatim Ungkap Hasil Tracing

413 peserta pelatihan calon petugas haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya sudah ada 4 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Ketua Gugus Tracing Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengungkapkan hasil tracing peserta Pelatihan Calon Petugas Haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya yang digelar 9-18 Maret 2020 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Gugus Tracing Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengungkapkan hasil tracing peserta Pelatihan Calon Petugas Haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya yang digelar 9-18 Maret 2020.

Dikatakan Kohar, sejauh ini dari 413 peserta pelatihan calon petugas haji tersebut sudah ada 4 orang yang dinyatakan positif covid-19. Satu di antaranya yang meninggal dunia di Kabupaten Kediri.

“Ada empat orang asal Jatim yang dinyatakan positif. Satu orang yang kemarin meninggal dunia di Kediri. Kemudian dua di antaranya sudah dinyatakan sembuh, itu yang dirawat di RS Saiful Anwar. Jadi tinggal satu yang positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” kata Kohar, dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (28/3/2020).

Lebih lanjut, masih dari para peserta dari pelatihan petugas haji di Asrama Sukolilo, ada sebanyak 14 orang yang dinyatakan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Mereka kini sedang dirawat di beberapa rumah sakit rujukan di Jawa Timur.

“Ada yang sudah ada hasilnya negatif ada yang masih menunggu hasil tes swab-nya, tapi saya belum bisa menyampaikan berapa,” kata Kohar.

Sedangkaan ratusan peserta yang lain dikatakan Kohar banyak yang diarahkan untuk isolasi mandiri.
Mereka yang tidak mengalami gejala dianjurkan untuk mengisolasi diri di rumah secara mandiri agar tidak membahayakan orang lain sembari melakukan observasi diri.

Dikatakan Kohar, mereka yang mengikuti pelatihan calon petugas haji ini berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya Jawa Timur, tapi juga dari Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

Hingga saat ini, tambah Kohar, seluruh warga Jatim yang mengikuti pelatihan itu masih di tracing.

Di sisi lain, satu orang orang meninggal di atas diketahui sempat menjalani perawatan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Kabupaten Kediri. Namun, pasien meninggal sebelum hasil swab terkait virus corona keluar.

Hasil swab yang menyatakan pasien positif corona baru keluar setelah pasien meninggal dunia dan dimakamkan.

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved