Berita Surabaya

Pengelola Kos di Surabaya Bagikan Jamu Agar Penghuni Terhindar Dari Virus Corona

Pemilik kos di Surabaya memaksa para penghuni kosnya untuk mengonsumsi jamu agar mereka terhindar dai virus corona.

surabaya.tribunnews.com/zainal arif
Penghuni kos di Surabaya mendapat pembagian jamu dari pemilik kos agar mereka terhindar dari corona. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, beragam upaya dilakukan masyarakat untuk menjaga sistem imunitas tubuh seperti berjemur, minum vitamin hingga menerapkan sosial distancing dengan mengkarantina diri di rumah.

Sementara yang dilakukan Sari, pengelola kos di Klampis Semolo Tengah III, Surabaya, cukup unik. Dia secara gratis membagi-bagikan jamu kepada penghuni kos agar mereka terhindar dari virus corona

Sari memproduksi 5 liter jamu berbahan dasar temulawak, jahe, sere, asam, kayu manis, pandan, kapu laga,dan gula merah.

"Saya rasa kesadaran seperti menjaga imunitas tubuh harus dimiliki setiap orang, saya peduli dengan teman-teman disini maka dari itu saya membuatkan mereka semua jamu ini," kata Sari.

"Selain untuk kesehatan diri saya, saya ingin semua penghuni kos disini sehat dan terlindungi dari virus Covid-19," imbuhnya.

Puluhan penghuni kos-kosan HK sangat antusias untuk meminum jamu buatan Sari tarsebut meskipun beberapa harus dipaksa meminum oleh Risma sebagai penjaga kos-kosan HK.

"Saya tidak mau penghuni kos-kosan di sini sakit karena imunitas tidak terjaga, jadi saya tegas kepada mereka harus meminum jamu ini," ujar Risma.

Karena memang mereka sedang dilanda rasa takut dihantui virus berbahaya tersebut, sehingga minuman anti corona menjadi buruan setiap orang.

Penghuni kos, Fithroh,mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Sari dalam kepedulian untuk menjaga kesehatan bersama.

"Bagus ya, karena jamu ini kami dapat menjaga daya tahan tubuh kami agar tidak mudah sakit," kata Fithroh.

"Jadi selain melakukan social distancing, minuman seperti ini juga kami butuhkan," tutup Fithroh.

Rencananya pembuatan jamu ini akan rutin digalakkan hingga penyebaran virus Covid-19 mereda.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved